Senin, 14 November 2011

Ashanti Elliot Bocah 8 Tahun Terjebak Dalam Tubuh Nenek Renta


Ashanti Elliot – Smith terjebak dalam tubuh perempuan usia 80 tahun. Dia mengalami penyakit langka yang membuat laju usianya bertambah cepat.

Ashanti Elliot adalah gadis yang berasal dari Inggris itu mengidap Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGP). Penyakit itu dikenal dengan sebutan progeria, berasal dari kata Yunani ‘progeros’ berarti penuaan dini. Penyakit itu disebabkan kondisi genetik yang amat langka dan mempercepat penuaan.

Menurut laporan The Sun, Ashanti Elliot didiagnosis progeria sepekan sebelum ulang tahun pertamanya. Meskipun fungsi kognitifnya kurang lebih sama dengan teman sebaya, berat badan Ashanti Elliot hanya 12 kilogram. Umumnya anak usia 4 tahun memiliki bobot 16 – 18 kg.
The National Human Genome Research Institution menyebut progeria menyebabkan anak yang terkena kondisi ini mengembangkan karakteristik penampilan yang mudah dikenali. Misalnya, kebotakan, kulit terlihat menua, wajah dan rahang kecil dibandingkan ukuran kepala.
Anak-anak dengan progeria juga umumnya mengalami kondisi yang terlihat pada orang yang berusia lebih tua, seperti sakit pada persendian, dislokasi dan rasa sakit pada panggul, serta penyakit jantung progresif.
Karena rasa sakit di persendian, Ashanti Elliot mengalami kesulitan berjalan jauh. Dia mengandalkan kursi roda untuk bergerak. The Sun menyumbangkan alat seharga 6000 poundsterling kepadanya setelah National Health Service (NHS) menolak mendanainya dengan alasan ‘gadis kecil itu tidak cukup cacat’.
Belum lama ini The New York Post melaporkan Ashanti Elliot sebagai satu dari 50 orang di dunia yang mengalami Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome.

Ashanti Elliot menderita Sindrom Progeria Hutchinson Gilford yang telah mengurangi harapan hidupnya sampai usia 13. Kondisi ini berarti Ashanti Elliot harus bertubuh 80 tahun ketika dia berusia 10 tahun.

Ashanti Elliot telah mengalami perlakuan perlakuan khusus namun hanya akan meningkatkan kualitas hidupnya, tidak memperpanjang.
Menurut National Human Genome Research Institue, prognosis anak-anak dengan progeria sangat buruk. Sebagian besar meninggal pada usia 13 tahun, umumnya karena serangan jantung atau stroke.
Belum ada obat untuk progeria. Begitu pula tidak ada terapi yang terbukti efektif merawat penyakit ini.
Sumber : Ashanti Elliot – Smith

0 komentar:

Poskan Komentar