Tampilkan postingan dengan label journal of the american college of nutrition. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label journal of the american college of nutrition. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Januari 2012

Buah Kiwi Padat Nutrisi

Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) kini dengan mudah dapat kita temui di supermarket kota-kota besar di Indonesia. Ciri khas kiwi adalah bentuknya agak oval dan warna kulitnya coklat berbulu sehingga tampak eksotik.

Buah Kiwi terbukti paling tinggi kandungan nutrisinya. Di balik kulit coklatnya yang berbulu, dan daging buahnya yang berwarna hijau itu memiliki kemampuan mencegah kanker.

Keunggulan buah ini terletak pada tekstur yang lembut, rasanya lezat, serta aromanya yang khas dan segar. Komposisi kimianya terdiri dari unsur-unsur gizi dan non-gizi, sangat penting bagi kesehatan.
Rendah Energi
Kandungan lemak dan energi Buah Kiwi cukup rendah sehingga buah ini merupakan salah satu buah yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang melakukan diet rendah kalori.
Kandungan energi dalam setiap 100 gram Buah Kiwi hanya 61 Kkal, atau kurang dari 40 persen jumlah energi yang terdapat pada buah pisang. Kandungan energi Buah Kiwi lebih rendah dibandingkan jeruk, orange, dan anggur, tapi sedikit lebih tinggi dibandingkan lemon, strawberi, belewah, dan pepaya.

Sebuah publikasi yang dimuat di Journal of the American College of Nutrition menunjukkan bahwa dari 27 jenis buah yang umum dikonsumsi, ternyata Buah Kiwi memiliki kepadatan nutrisi (nutrient density) paling tinggi.

Penelitian ini dilakukan oleh Dr Paul LaChance, direktur The Nutraceuticals Insitute yang juga profesor di Universitas Rutgers, Amerika Serikat.
Ukuran kepadatan nutrisi sangat umum dipakai oleh para ahli diet untuk mengukur nilai gizi bahan makanan tertentu, dibandingkan bahan makanan lain dalam porsi yang sama. Semakin tinggi kepadatan nutrisi suatu bahan makanan, semakin baik mutu bahan tersebut.
Buah Kiwi merupakan sumber asam amino arginin dan glutamat. Arginin merupakan asam amino yang bersifat vasodilator (penurun tekanan darah) dan membantu meningkatkan aliran darah. Sebagai vasodilator, arginin juga digunakan untuk mengobati gejala impotensi. Asam amino yang sama juga mencegah terjadinya plak pada dinding arteri, khususnya pada pasien angioplasty (bedah plastik pembuluh darah).
Vitamin Lengkap
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Buah Kiwi mengandung vitamin C 17 kali lebih banyak dibandingkan buah apel, dua kali lebih banyak dibandingkan jeruk, dan juga lebih banyak dibandingkan lemon.
Kandungan vitamin E pada Buah Kiwi dua kali lipat lebih banyak dibandingkan alpukat. Selain itu, buah kiwi juga mengandung vitamin B1, B2, B6, asam folat, niasin, vitamin A, dan asam pantotenat dalam jumlah yang cukup berarti.
Vitamin C dan vitamin E telah diketahui peranannya sebagai antioksidan alami yang berperan penting untuk menangkal serangan radikal bebas, penyebab penuaan sel dan pemicu timbulnya berbagai penyakit. Radikal bebas adalah atom atau molekul yang memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga bebas berikatan dengan berbagai sel dan jaringan, serta menjadi pemicu kanker, sakit jantung, dan proses penuaan dini.
Vitamin C membantu mempertahankan kondisi tubuh terhadap flu dan selesma (meningkatkan sistem kekebalan tubuh), mengurangi tingkat stres dan membantu proses penyembuhan. Vitamin ini juga berperanan penting dalam memelihara kesehatan sel-sel kulit sehingga tetap tampak bersih, berseri dan sehat.
Seperti halnya vitamin C, vitamin E juga berperan menjaga kesehatan sel-sel tubuh, memperlambat efek penuaan dan memelihara sel-sel kulit agar tetap muda, meningkatkan kesuburan, serta mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
Selain vitamin C dan E, jenis antioksidan lain yang ada dalam Buah Kiwi, gizi, nutrient density, tekstur, kalori, penelitian, journal of the american college of nutrition, lezat adalah senyawa fitokimia tertentu, seperti karoten, lutein, xanthophyll, flavonoid, dan lain-lain. Kapasitas antioksidan kiwi terhadap senyawa radikal bebas menempati posisi ketiga tertinggi setelah orange dan anggur merah.
Tinggi Mineral
Sebagaimana buah lainnya, Buah Kiwi adalah sumber mineral yang sangat diperlukan untuk mempertahankan stamina. Buah Kiwi mengandung elektrolit (mineral) yang sangat penting untuk pergantian kehilangan elektrolit tubuh akibat keluarnya keringat selama kerja keras, olahraga, atau cuaca panas.
Mineral utama yang terkandung dalam Buah Kiwi adalah kalium (potasium), magnesium, kalsium, tembaga, seng, mangan, dan fosfor. Kandungan kalium pada Buah Kiwi adalah 5,4 mg/kalori, lebih tinggi dibandingkan pisang (4,2 mg/kalori), dan sedikit lebih rendah dibandingkan pepaya (6,6 mg/kalori) dan apricot (6,2 mg/kalori).
Kalium penting untuk menjaga fungsi otot dan gerak reflek sistem saraf. Kalium juga berperan menjaga keseimbangan air di dalam tubuh. Itu sebabnya para olahragawan dan pekerja berat sangat dianjurkan mengonsumsi cukup kalium.
Kalium juga diyakini sebagai mineral penurun tekanan darah tinggi. Di lain pihak, kiwi hampir tidak mengandung unsur natrium, yang oleh sebagian peneliti diakui sebagai pemicu terjadinya tekanan darah tinggi.
Dari 27 jenis buah yang umum dikonsumsi di Amerika, Buah Kiwilah yang paling tinggi kadar magnesiumnya. Rendahnya konsumsi magnesium dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung, infark miokard, dan hipertensi.
Sumber : buah kiwi padat nutrisi

Senin, 12 Desember 2011

Telur, Baik Atau Buruk Untuk Kesehatan ?

Telur adalah makanan yang kerap dijuluki superfood. Dalam telur terdapat beragam nutrisi penting mulai dari protein, vitamin, mineral, antioksidan, dan lemak baik. Sebutir telur berukuran besar mengandung hanya 70 sampai 80 kalori, dan mencukupi 10 persen kebutuhan protein harian, selain juga di dalamnya terdapat zat besi, mineral dan vitamin B (riboflavin, asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12).

Walaupun begitu, Telur juga kerap punya reputasi buruk sebagai makanan berkolesterol tinggi. Lantas, apakah kita perlu membatasi konsumsi atau sama sekali menghindarinya?
Kebenarannya adalah mengonsumsi Telur tidaklah buruk bagi kesehatan. Fakta bahwa makan telur dapat memicu risiko penyakit kardiovaskular merupakan kesalahan umum.
Menurut  riset yang dipublikasikan Journal of the American College of Nutrition (2000), di mana penelitian ini dilakukan untuk memperkirakan tingkat hubungan antara konsumsi telur dan kadar kolesterol, telur memberikan kontribusi nutrisi penting untuk diet dan tidak terkait dengan kolesterol tinggi.
Studi ini menunjukkan, mereka yang makan empat butir atau lebih  dalam satu minggu benar-benar memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak makan sama sekali atau hanya menyantap satu butir per minggu.
Beberapa peneliti juga percaya bahwa zat yang disebut ‘kolin’, yang ditemukan terutama dalam kuning telur, mamapu melawan efek berbahaya kolesterol yang ada dalam kuning telur. Kolin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol yang terkait dengan penyakit kardiovaskular. sebutir menyediakan 30 persen kebutuhan harian setiap orang, dimana memainkan peran penting dalam kesehatan otak dan pengurangan peradangan.
Pada 2010, sebuah penelitian Harvard  melibatkan lebih dari 21.000 dokter laki-laki selama periode 20 tahun, dan dimana saat itu umur mereka rata-rata 54 tahun. Studi ini menemukan bahwa pria yang makan tujuh atau lebih telur per minggu, 23 persen lebih mungkin meninggal akibat penyebab apapun.
Namun konsumsi telur itu tidak terkait dengan peningkatan risiko serangan jantung atau stroke, bahkan di antara pria yang mengonsumsi lebih dari tujuh butir per minggu.
Para pendukung telur mengatakan bahwa, penelitian tersebut tidak menyediakan cukup bukti untuk menyalahkan telur.
Menurut mereka, penelitian tersebut tidak mengatakan tentang penyebab kematian dan tidak ada informasi yang cukup jelas mengenai apa-apa saja yang mereka makan.

Untuk lebih aman, Anda harus berhati-hati untuk tidak makan terlalu banyak Telur goreng karena Anda juga akan mengkonsumsi lemak dari minyak telur. Kuncinya disini adalah, jangan mempersiapkan telur dengan menyertakan mentega atau minyak terlalu banyak.

Jika Anda benar-benar khawatir tentang kandungan kolesterol didalamnya, Anda bisa makan putih telur saja. Putihnya adalah pilihan terbaik, terutama jika Anda mencoba untuk mengurangi kalori. Putih telur merupakan sumber protein fantastis, tetapi tanpa lemak.
Satu lagi ketakutan yang mungkin bisa timbul ketika kita memakan telur adalah adanya bakteri yang terkontaminasi pada telur. Sebagaimana diketahui, di luar negeri seperti Amerika Serikat, satu dari 20.000 telur berisiko terkontaminasi dengan Salmonella, bakteri yang dapat menyebabkan penderitaan usus ekstrem.
Namun, ini dapat dengan mudah dihindari jika disimpan di kulkas, dimasak dengan matang dan segera dimakan setelah dimasak. Bakteri Salmonella berkembang biak dengan cepat pada suhu kamar. Jadi, pastikan Anda membeli telur di toko yang ada alat pendinginnya dan tempatkan di kulkas (bagian terdingin dari kulkas dan bukan di pintu) segera setelah Anda sampai di rumah.
Berapa konsumsi sebaiknya dalam sehari?
Sebutir telur berukuran besar bisa mengandung sekitar 213 miligram kolesterol, yang terkandung dalam bagian kuning telur.  Jika Anda ingin sehat, ikuti  rekomendasi diet yang disarankan yakni asupan kolesterol tidak boleh melebihi 300 mg per hari.
American Heart Association menyatakan, sebutir sehari masih dalam batas yang wajar untuk kesehatan. Tetapi, Anda sebaiknya tidak  mengonsumsi lagi makanan berkolesterol tinggi  seperti susu, daging dan unggas. Jika Anda mempunyai penyakit seperti jantung atau diabetes, direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai batasan konsumsi.
Sumber : telur, baik atau buruk untuk kesehatan ?http://artinya.info/category/kesehatan