Tampilkan postingan dengan label mengandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengandung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2012

Stroberi Berpotensi Cegah Kanker

Stroberi merupakan buah merah yang cantik dan menggoda. Rasanya yang manis dan sedikit masam membuat buah ini banyak digemari. dalam sebuah penelitian, buah ini mencatat skor tertinggi jumlah antioksidannya.

Stroberi adalah salah satu buah yang berpotensi melawan kanker. Makanan yang mengandung antioksidan, pelawan radikal bebas, selama ini dipercaya akan melindungi tubuh dari bahaya kanker.

Dan antioksidan merupakan senyawa yang bisa melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oleh bahan-bahan penimbul kanker. Cara bekerja antioksidan, dengan mencegah atau mengganggu proses yang dapat mengarah ke pembentukan sel-sel kanker.

Penelitian yang dilakukan di China menunjukkan orang yang beresiko tinggi menderita kanker esofagus mampu terhindar dari penyakit tersebut setelah rutin mengonsumsi ekstrak buah Stroberi.

Tong Chen, peneliti kanker dari Ohio State Comperhensive Cancer Center, mulai tertarik untuk meneliti manfaat Stroberi pada manusia setelah riset di laboratorium terhadap hewan percobaan menunjukkan buah yang rasanya asam dan segar ini memiliki manfaat anti kanker.
Dalam penelitian yang didanai oleh California Stroberi Commision itu, ia mengamati kesehatan 36 orang yang berasal dari tiga provinsi di China yang terkenal sebagai daerah dengan kasus kanker esofagus tertinggi di dunia.
Chen memberikan bubuk stroberi yang dikeringkan untuk dicampurkan dengan air minum. Pengeringan dengan cara dibekukan merupakan salah satu cara untuk menjaga kandungan penting dalam buah.
Dalam penelitian di lab, Chen menggunakan raspberry hitam, tetapi karena buah itu tidak ada di China ia menggantinya dengan stroberi.
Dalam banyak kasus, kanker esofagus berkembang dari lesi pra-kanker, mulai dari tingkat ringan, sedang dan stadium paling parah. Dari 36 partisipan yang mengonsumsi bubuk stroberi selama 6 bulan, 29 orang mengalami perbaikan stadium, misalnya dari skala sedang menjadi ringan.
“Hasil studi ini sangat menggembirakan karena stroberi terbukti mengurangi histologi tingkat lesi prakanker dan mengurangi pembelahan sel-sel kanker serta inflamasi,” kata Chen.
Walau begitu Chen tidak mau buru-buru menganjurkan stroberi untuk melawan kanker. Studi yang berskala besar, lebih teliti, serta melibatkan jumlah responden yang bervariasi diperlukan untuk mengetahui apakah stroberi memang efektif mencegah kanker atau plasebo.

Kamis, 02 Februari 2012

Lemak Trans Lebih Buruk Di Banding Lemak Biasa

Lemak Trans merupakan salah satu jenis lemak yang tidak baik bagi kesehatan karena bisa mengikis kolesterol baik. Lemak ini bahkan dinyatakan berakibat lebih buruk dibandingkan lemak jenuh. Karena itu, asupan lemak jenis ini dianjurkan kurang dari 1% dari jumlah energi yang diperlukan tubuh per hari. Jumlah ini setara dengan 2-3 gram sehari.

Lemak Trans diduga menjadi penyebab utama obesitas dan jantung koroner, yang kini banyak diderita oleh golongan usia muda, antara 30-40 tahun. Karena efek negatif yang merugikan bagi kesehatan

Apa itu Lemak Trans?
Lemak Trans merupakan lemak tambahan yang dibuat saat gas hidrogen bereaksi dengan minyak, melalui proses yang dikenal dengan hidrogenasi. Proses hidrogenasi ini berfungsi untuk meningkatkan kekerasan dan stabilitas rasa dari makanan yang mengandung lemak ini.
Di mana bisa ditemukan?
Jenis lemak ini terkandung dalam lemak sayuran, beberapa jenis margarin, crackers, kue-kue, kudapan, makanan cepat saji (ayam goreng, biskuit, fried fish sandwiches, French fries, fried apple atau pie desserts lainnya), donat, muffin, pie, kue tart, biskuit kalengan, minuman kopi latte serta makanan lain yang digoreng dengan minyak yang telah dihidrogenasi. Berbeda dengan lemak-lemak yang lain, sebagian besar lemak trans terbentuk saat industri makanan mengubah minyak cair menjadi lemak padat seperti shortening (lemak sayur) dan margarin keras.
Di Indonesia, orang dapat menemukan Lemak Trans di pasaran dalam bentuk mentega putih atau yang biasa disebut shortening. Jenis produknya ini bervariasi dari tekstur yang sangat lunak sampai yang sangat keras. Mentega putih biasanya digunakan oleh industri pangan, terutama pada pembuatan biskuit. Variasi dalam ingridientnya antara lain shortening, coco butter alternatif dan lain-lain.
Keistimewaan Lemak Trans adalah bisa membuat makanan bertekstur enak di mulut atau mudah leleh, terasa krispi atau renyah, serta rasa dan aromanya gurih dan sedap. Anak-anak umumnya menyukai camilan ini.
Mengapa buruk bagi kesehatan?
Lemak Trans lebih berisiko menyebabkan penyakit jantung dibandingkan lemak-lemak jenuh (yang sempat diyakini menjadi jenis lemak terburuk). Meskipun lemak jenuh (yang ditemukan pada mentega, keju dan daging sapi) meningkatkan kadar kolesterol total, tetapi Lemak Trans lebih buruk lagi yaitu menguras kolesterol baik HLD, yang membantu melindungi dari penyakit jantung.
Efek negatif apa yang ditimbulkan?
Semakin kaku dan semakin keras lemak, maka lemak tersebut akan semakin menyumbat pembuluh darah arteri. Lemak Trans melakukan hal yang sama. Seiring waktu, lemak ini bisa menghambat pembuluh darah yang berfungsi menyuplai  jantung dan otak, sehingga bisa memicu serangan jantung atau stroke. Berdasarkan hasil Nurses’ Health Study, Lemak Trans menggandakan risiko penyakit jantung pada perempuan.
Bagaimana cara membatasi asupan Lemak Trans?
Mulailah menerapkan pola makan sehat dengan menambah asupan buah-buahan, sayuran, kedelai dan ayam serta membatasi makanan yang mengandung Lemak Trans. Belajarlah mengenali makanan yang kaya lemak dan lemak trans. Perhatikan label makanan sebelum membeli. Hindari makanan yang mengandung “hydrogenated or partially hydrogenated canola, soybean or cottonseed oil.” (OL-08)

Rabu, 25 Januari 2012

Cokelat, Sejarah Dan Reputasinya

Cokelat boleh jadi merupakan makanan yang paling populer pada hari valentine.
Hari kasih sayang memang sudah berlalu, tetapi mungkin Anda masih menyimpan hadiah cokelat yang diberikan pasangan?

Cokelat sejak lama memiliki reputasi tinggi. Makanan atau minuman yang dibuat dari biji tanaman Cokelat ini berhasil merebut hati banyak orang, tidak cuma karena kelezatannya, tapi juga nilai plus yang dimilikinya dalam memperbaiki suasana hati dan memengaruhi munculnya gelora cinta.

Pohon Cokelat, yang buahnya mengandung biji yang bisa diproses menjadi camilan cokelat, pertama kali ditemukan 2.000 tahun lalu di hutan tropis Amerika. Sementara itu, bangsa Maya merupakan bangsa pertama yang mengonsumsi Cokelat (250-900 SM). Mereka mencampur biji cokelat dengan berbagai bumbu untuk membuat minuman yang dipercaya mujarab.

Bagi bangsa Maya, cokelat merupakan perlambang hidup dan kesuburan. Karena itu, buah cokelat sering ikut hadir dalam ritual religius, termasuk upacara pernikahan dan dipercaya sebagai makanan para dewa.
Di wilayah Meksiko Tengah, bangsa Aztec percaya, orang yang makan biji dari pohon Coklat akan mendapatkan kebijaksanaan dan kekuatan. Mereka juga yakin makanan tersebut mengandung nutrisi yang baik bagi kesehatan dan punya manfaat afrodisiak. Raja Aztec Montezuma bahkan punya kebiasaan minum coklat setiap hari untuk menaikkan libidonya.
Cokelat mulai dibawa ke Eropa pada tahun 1519 setelah Montezuma menawarkan minuman yang berbumbu kepada pengelana Spanyol, Cortez, dan tentaranya. Cortez lalu membawa biji coklat ke Spanyol dan memopulerkannya. Namun, selama berabad-abad minuman coklat lebih dikenal sebagai minuman para bangsawan.
Reputasi Cokelat sebagai makanan afrodisiak sangat terkenal di kalangan bangsawan Perancis. Seni dan literatur bernuansa erotis banyak yang terinspirasi oleh kandungan coklat. Casanova, pengelana dari Italia yang lebih dikenal sebagai penakluk perempuan, diceritakan selalu mengonsumsi coklat sebelum bercinta. Keterkaitan cokelat dengan pembangkit gairah terus bertahan hingga saat ini.
Lalu, sejak kapan cokelat identik dengan perayaan kasih sayang di Hari Valentine? Literatur menyebutkan, sejak abad ke-17, para pasangan sudah mulai memberikan kado di Hari Valentine dan sesuatu yang manis sering dijadikan pilihan. Baru pada tahun 1868, Richard Cadbury memperkenalkan sekotak cokelat sebagai kado Valentine.
Khasiat afrodisiak
Meski para petualang cinta dalam sejarah selalu diceritakan mengonsumsi coklat, ternyata kandungan zat kimia phenylethylamine (PEA) atau “obat cinta” dalam coklat hanya sedikit. PEA ini diyakini dapat memengaruhi mood, perhatian, dan energi. Saat seseorang merasa sangat senang atau euforia, tubuh akan mengeluarkan PEA.
Namun, sejumlah peneliti mengatakan, kandungan flavonoid dalam coklat mampu melenturkan pembuluh darah sehingga aliran darah lancar.
Sumber : cokelat, sejarah dan reputasinya

Sup Konro Memiliki Bumbu Yang Menyehatkan

Sup Konro adalah satu menu makanan khas daerah yang kian populer. Selain coto, kota Makassar juga dikenal dengan makanan khasnya, yaitu Sup Konro. Sup ini merupakan salah satu masakan asli Indonesia yang berasal dari tradisi suku Bugis dan Makassar.

Kata konro berasal dari bahasa Makassar yang artinya iga. Jadi, Sup Konro berarti sup yang berbahan dasar tulang rusuk iga sapi atau kerbau. Sup Konro dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu konro berkuah (makassar beef-ribs soup) dan konro tidak berkuah atau sering disebut sebagai konro bakar (makassar grilled beef-ribs).

Tingkatkan nilai gizi
Bumbu didefinisikan sebagai bahan yang mengandung satu atau lebih jenis rempah, yang ditambahkan ke dalam bahan makanan pada saat makanan tersebut diolah (sebelum disajikan). Tujuannya memperbaiki aroma, cita rasa, tekstur, dan penampakan secara keseluruhan.
Setiap komponen bumbu mempunyai cita rasa, warna, aroma, dan penampakan yang berbeda-beda, sehingga kombinasinya satu sama lain akan memberikan sensasi baru yang dapat meningkatkan selera, daya terima, dan identitas tersendiri dalam setiap produk yang dihasilkan.
Secara alami rempah-rempah mengandung berbagai macam komponen aktif yang sangat besar perannya dalam penciptaan rasa suatu produk. Rempah-rempah mengandung zat anti oksidan, antibakteri, antikapang, dan antik hamir, yang semuanya itu sangat besar perannya dalam membuat bumbu-bumbuan menjadi awet dan tahan simpan.
Selain itu, rempah-rempah juga mengandung antiseptik, antibakteri, dan antibiotik, sehingga sangat besar khasiatnya untuk pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Contoh antimikroba pada bumbu adalah: allisin pada bawang putih, alifatik disulfida pada bawang merah, eugenol pada cengkih, kapsaisin pada cabai, eugenol dan sinamat pada kayu manis, kurkumin pada kunyit, dan miristin pada biji pala. Senyawa antimikroba dalam bumbu dapat mencegah kerusakan makanan dan mikroba pembusuk, sehingga makanan menjadi awet.
Hal ini tampak jelas pada pengolahan makanan dengan menggunakan banyak bumbu, seperti halnya pada masakan Padang. Di zaman Mesir kuno, minyak atsiri dari kayu manis, cengkih, dan cassia bahkan digunakan untuk mengawetkan jenazah (mummifikasi).
Komponen bumbu ada yang mengandung efek medis yaitu bersifat afrodisiak (menimbulkan rangsangan dan kekuatan seksual), astringen (mengatur aliran darah melalui kontraksi pembuluh darah), diuretik (melancarkan pembuangan air seni), ekspektoran (melancarkan pembuangan dahak), dan lain-lain. Itu sebabnya masyarakat merasakan manfaat sehat dan bugar setelah mengonsumsi makanan yang sarat bumbu.
Tinggi protein dan kalsium
Komponen terbesar dari semangkuk Sup Konro adalah air, yang berasal dari bagian kuahnya. Kadar air per 100 gram Sup Konro adalah 85 g. Komponen lain yang terkandung dalam setiap Sup Konro adalah protein 7,4 g, lemak 2,6 g, karbohidrat 4,5 g, kalium 17 mg, fosfor 60 mg, besi 4,6 mg, kalium 25 mg, seng 1,3 mg, vitamin B1 0,12 mg, vitamin B2 0,02 mg, dan niasin 10,9 mg.
Jadi, jika satu mangkuk Sup Konro setara dengan 250 gram, kandungan gizinya menjadi dua setengah kali lipat dari angka-angka yang tercantum di atas.
Dibandingkan dengan Coto Makassar, Sup Konro memiliki kadar energi dan lemak yang lebih rendah, tetapi kadar protein dan kalsium yang lebih tinggi, per satuan berat yang sama (100 gram). Kadar lemak yang lebih rendah pada Sup Konro disebabkan tidak adanya penggunaan jeroan.
Bukan hanya itu, sup konro juga dipastikan memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah. Dengan demikian, dapat dipastkan bahwa sup konro lebih sehat dibandingkan dengan coto makassar.
Salah satu bahan yang menjadikan sup konro lebih sehat adalah kehadiran kacang merah. Kacang merah kaya akan protein, rendah lemak, serta sumber mineral (kalsium, fosfor, dan besi), vitamin B dan serat pangan yang baik. Vitamin B dapat membantu tubuh dalam menggunakan asam amino, sehingga sintesis protein dapat berjalan lancar. Selanjutnya protein akan bekerja membentuk sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai penyakit akibat infeksi.
Sumber : sup konro memiliki bumbu yang menyehatkan

Selasa, 27 Desember 2011

Sup Konro Memiliki Bumbu Yang Menyehatkan


Sup Konro adalah satu menu makanan khas daerah yang kian populer. Selain coto, kota Makassar juga dikenal dengan makanan khasnya, yaitu Sup Konro. Sup ini merupakan salah satu masakan asli Indonesia yang berasal dari tradisi suku Bugis dan Makassar.

Kata konro berasal dari bahasa Makassar yang artinya iga. Jadi, Sup Konro berarti sup yang berbahan dasar tulang rusuk iga sapi atau kerbau. Sup Konro dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu konro berkuah (makassar beef-ribs soup) dan konro tidak berkuah atau sering disebut sebagai konro bakar (makassar grilled beef-ribs).

Tingkatkan nilai gizi
Bumbu didefinisikan sebagai bahan yang mengandung satu atau lebih jenis rempah, yang ditambahkan ke dalam bahan makanan pada saat makanan tersebut diolah (sebelum disajikan). Tujuannya memperbaiki aroma, cita rasa, tekstur, dan penampakan secara keseluruhan.
Setiap komponen bumbu mempunyai cita rasa, warna, aroma, dan penampakan yang berbeda-beda, sehingga kombinasinya satu sama lain akan memberikan sensasi baru yang dapat meningkatkan selera, daya terima, dan identitas tersendiri dalam setiap produk yang dihasilkan.
Secara alami rempah-rempah mengandung berbagai macam komponen aktif yang sangat besar perannya dalam penciptaan rasa suatu produk. Rempah-rempah mengandung zat anti oksidan, antibakteri, antikapang, dan antik hamir, yang semuanya itu sangat besar perannya dalam membuat bumbu-bumbuan menjadi awet dan tahan simpan.
Selain itu, rempah-rempah juga mengandung antiseptik, antibakteri, dan antibiotik, sehingga sangat besar khasiatnya untuk pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Contoh antimikroba pada bumbu adalah: allisin pada bawang putih, alifatik disulfida pada bawang merah, eugenol pada cengkih, kapsaisin pada cabai, eugenol dan sinamat pada kayu manis, kurkumin pada kunyit, dan miristin pada biji pala. Senyawa antimikroba dalam bumbu dapat mencegah kerusakan makanan dan mikroba pembusuk, sehingga makanan menjadi awet.
Hal ini tampak jelas pada pengolahan makanan dengan menggunakan banyak bumbu, seperti halnya pada masakan Padang. Di zaman Mesir kuno, minyak atsiri dari kayu manis, cengkih, dan cassia bahkan digunakan untuk mengawetkan jenazah (mummifikasi).
Komponen bumbu ada yang mengandung efek medis yaitu bersifat afrodisiak (menimbulkan rangsangan dan kekuatan seksual), astringen (mengatur aliran darah melalui kontraksi pembuluh darah), diuretik (melancarkan pembuangan air seni), ekspektoran (melancarkan pembuangan dahak), dan lain-lain. Itu sebabnya masyarakat merasakan manfaat sehat dan bugar setelah mengonsumsi makanan yang sarat bumbu.
Tinggi protein dan kalsium
Komponen terbesar dari semangkuk Sup Konro adalah air, yang berasal dari bagian kuahnya. Kadar air per 100 gram Sup Konro adalah 85 g. Komponen lain yang terkandung dalam setiap Sup Konro adalah protein 7,4 g, lemak 2,6 g, karbohidrat 4,5 g, kalium 17 mg, fosfor 60 mg, besi 4,6 mg, kalium 25 mg, seng 1,3 mg, vitamin B1 0,12 mg, vitamin B2 0,02 mg, dan niasin 10,9 mg.
Jadi, jika satu mangkuk Sup Konro setara dengan 250 gram, kandungan gizinya menjadi dua setengah kali lipat dari angka-angka yang tercantum di atas.
Dibandingkan dengan Coto Makassar, Sup Konro memiliki kadar energi dan lemak yang lebih rendah, tetapi kadar protein dan kalsium yang lebih tinggi, per satuan berat yang sama (100 gram). Kadar lemak yang lebih rendah pada Sup Konro disebabkan tidak adanya penggunaan jeroan.
Bukan hanya itu, sup konro juga dipastikan memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah. Dengan demikian, dapat dipastkan bahwa sup konro lebih sehat dibandingkan dengan coto makassar.
Salah satu bahan yang menjadikan sup konro lebih sehat adalah kehadiran kacang merah. Kacang merah kaya akan protein, rendah lemak, serta sumber mineral (kalsium, fosfor, dan besi), vitamin B dan serat pangan yang baik. Vitamin B dapat membantu tubuh dalam menggunakan asam amino, sehingga sintesis protein dapat berjalan lancar. Selanjutnya protein akan bekerja membentuk sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai penyakit akibat infeksi.
Sumber : sup konro memiliki bumbu yang menyehatkanhttp://artinya.info/2011/12/sup-konro-memiliki-bumbu-yang-menyehatkan.html

Senin, 26 Desember 2011

Cokelat, Sejarah Dan Reputasinya


Cokelat boleh jadi merupakan makanan yang paling populer pada hari valentine.
Hari kasih sayang memang sudah berlalu, tetapi mungkin Anda masih menyimpan hadiah cokelat yang diberikan pasangan?

Cokelat sejak lama memiliki reputasi tinggi. Makanan atau minuman yang dibuat dari biji tanaman Cokelat ini berhasil merebut hati banyak orang, tidak cuma karena kelezatannya, tapi juga nilai plus yang dimilikinya dalam memperbaiki suasana hati dan memengaruhi munculnya gelora cinta.

Pohon Cokelat, yang buahnya mengandung biji yang bisa diproses menjadi camilan cokelat, pertama kali ditemukan 2.000 tahun lalu di hutan tropis Amerika. Sementara itu, bangsa Maya merupakan bangsa pertama yang mengonsumsi Cokelat (250-900 SM). Mereka mencampur biji cokelat dengan berbagai bumbu untuk membuat minuman yang dipercaya mujarab.

Bagi bangsa Maya, cokelat merupakan perlambang hidup dan kesuburan. Karena itu, buah cokelat sering ikut hadir dalam ritual religius, termasuk upacara pernikahan dan dipercaya sebagai makanan para dewa.
Di wilayah Meksiko Tengah, bangsa Aztec percaya, orang yang makan biji dari pohon Coklat akan mendapatkan kebijaksanaan dan kekuatan. Mereka juga yakin makanan tersebut mengandung nutrisi yang baik bagi kesehatan dan punya manfaat afrodisiak. Raja Aztec Montezuma bahkan punya kebiasaan minum coklat setiap hari untuk menaikkan libidonya.
Cokelat mulai dibawa ke Eropa pada tahun 1519 setelah Montezuma menawarkan minuman yang berbumbu kepada pengelana Spanyol, Cortez, dan tentaranya. Cortez lalu membawa biji coklat ke Spanyol dan memopulerkannya. Namun, selama berabad-abad minuman coklat lebih dikenal sebagai minuman para bangsawan.
Reputasi Cokelat sebagai makanan afrodisiak sangat terkenal di kalangan bangsawan Perancis. Seni dan literatur bernuansa erotis banyak yang terinspirasi oleh kandungan coklat. Casanova, pengelana dari Italia yang lebih dikenal sebagai penakluk perempuan, diceritakan selalu mengonsumsi coklat sebelum bercinta. Keterkaitan cokelat dengan pembangkit gairah terus bertahan hingga saat ini.
Lalu, sejak kapan cokelat identik dengan perayaan kasih sayang di Hari Valentine? Literatur menyebutkan, sejak abad ke-17, para pasangan sudah mulai memberikan kado di Hari Valentine dan sesuatu yang manis sering dijadikan pilihan. Baru pada tahun 1868, Richard Cadbury memperkenalkan sekotak cokelat sebagai kado Valentine.
Khasiat afrodisiak
Meski para petualang cinta dalam sejarah selalu diceritakan mengonsumsi coklat, ternyata kandungan zat kimia phenylethylamine (PEA) atau “obat cinta” dalam coklat hanya sedikit. PEA ini diyakini dapat memengaruhi mood, perhatian, dan energi. Saat seseorang merasa sangat senang atau euforia, tubuh akan mengeluarkan PEA.
Namun, sejumlah peneliti mengatakan, kandungan flavonoid dalam coklat mampu melenturkan pembuluh darah sehingga aliran darah lancar.
Sumber : cokelat, sejarah dan reputasinyahttp://artinya.info/2011/12/cokelat-sejarah-dan-reputasinya.html

Kamis, 15 Desember 2011

Blackberry, Si Buah Super Yang Memiliki 7 Khasiat

Blackberry atau black raspberry adalah buah yang sangat berlimpah, terutama di bagian timur Amerika Utara dan pantai Pasifik, Kepulauan Inggris, serta Eropa Barat. Selain rasanya yang lezat, buah ini juga mengandung banyak nutrisi yang memberikan sejumlah manfaat kesehatan.

Dalam beberapa literatur dikatakan, ekstrak tanaman ini kaya akan anthrocyanin, flavonoid, dan senyawa fenol.
Blackberry juga mempunyai kemampuan menyerap radikal oksigen (ORAC) melawan radikal perosokil, superoksida, hidrogen peroksida, radikal hidroksil, dan singlet oksigen.

Berikut ini adalah beberapa manfaat kesehatan Blackberry yang dipaparkan oleh sejumlah ahli.

1. Memperkuat daya tahan
Blackberry merupakan makanan yang kaya akan vitamin C (dua kali lebih banyak dibandingkan dengan blueberry). Menurut Ursula Arens, pakar nutrisi senior dari Inggris, vitamin C memiliki fungsi penting dalam tubuh.
“Sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh kita dan untuk kesehatan jantung serta membantu menurunkan tekanan darah. Vitamin C juga membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan lain yang dimakan pada saat bersamaan sehingga dapat mengurangi risiko anemia,” katanya.
2. Kesehatan pencernaan
Menurut Arens, Blackberry adalah salah satu buah yang sangat tinggi serat dibandingkan dengan buah lain. “Serat sangat penting bagi usus agar berfungsi dengan baik dan membantu mempertahankan berat badan yang sehat, di samping juga meningkatkan kesehatan dengan membantu menurunkan kolesterol,” katanya.
3. Sembuhkan luka
Blackberry ternyata juga kaya akan senyawa tanin yang berfungsi untuk menyembuhkan luka. Menurut Sarah Wilson, pakar gizi dari Princess Grace Hospital, London, mengoleskan buah beri pada kulit yang terluka akan mengencangkan jaringan sehingga membantu menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi perdarahan.
4. Membantu melawan sel kanker
Blackberry mengandung anthocyanin atau sekelompok pigmen pada tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan. Beberapa anthocyanin dapat menghambat pertumbuhan sel tumor. Selain itu, beri hitam juga mengandung senyawa kimia C3G, atau biasa dikenal sebagai flavonoid, yang terbukti efektif melawan kanker kulit dan kanker paru-paru.
5. Melindungi mata
Blackberry mengandung lutein yang berfungsi melindungi mata dari pembentukan pigmen makul, yang merupakan daerah paling sensitif terhadap cahaya dan terletak di belakang retina. Lutein membantu mencegah kerusakan mata yang disebabkan oleh radiasi ultraviolet.
6. Pembentukan tulang
Segenggam buah beri hitam memberikan Anda hampir setengah asupan harian mangan yang direkomendasikan. Seperti diketahui, mangan adalah sumber mineral yang paling baik. “Mangan membantu membentuk jaringan ikat tubuh, penting untuk membangun struktur tulang yang kuat,” kata Wilson.
7. Meningkatkan pertumbuhan sel
Blackberry mengandung folat, atau biasa dikenal sebagai vitamin B9 atau asam folat, yang memainkan peran penting dalam pembelahan dan pertumbuhan sel sehat. Wanita hamil dianjurkan mengonsumsi buah ini untuk mengurangi risiko bayi lahir cacat.
Sumber : blackberry, si buah super yang memiliki 7 khasiathttp://artinya.info/category/kesehatan

Selasa, 13 Desember 2011

Lemak Trans Lebih Buruk Di Banding Lemak Biasa

Lemak Trans merupakan salah satu jenis lemak yang tidak baik bagi kesehatan karena bisa mengikis kolesterol baik. Lemak ini bahkan dinyatakan berakibat lebih buruk dibandingkan lemak jenuh. Karena itu, asupan lemak jenis ini dianjurkan kurang dari 1% dari jumlah energi yang diperlukan tubuh per hari. Jumlah ini setara dengan 2-3 gram sehari.

Lemak Trans diduga menjadi penyebab utama obesitas dan jantung koroner, yang kini banyak diderita oleh golongan usia muda, antara 30-40 tahun. Karena efek negatif yang merugikan bagi kesehatan

Apa itu Lemak Trans?
Lemak Trans merupakan lemak tambahan yang dibuat saat gas hidrogen bereaksi dengan minyak, melalui proses yang dikenal dengan hidrogenasi. Proses hidrogenasi ini berfungsi untuk meningkatkan kekerasan dan stabilitas rasa dari makanan yang mengandung lemak ini.
Di mana bisa ditemukan?
Jenis lemak ini terkandung dalam lemak sayuran, beberapa jenis margarin, crackers, kue-kue, kudapan, makanan cepat saji (ayam goreng, biskuit, fried fish sandwiches, French fries, fried apple atau pie desserts lainnya), donat, muffin, pie, kue tart, biskuit kalengan, minuman kopi latte serta makanan lain yang digoreng dengan minyak yang telah dihidrogenasi. Berbeda dengan lemak-lemak yang lain, sebagian besar lemak trans terbentuk saat industri makanan mengubah minyak cair menjadi lemak padat seperti shortening (lemak sayur) dan margarin keras.
Di Indonesia, orang dapat menemukan Lemak Trans di pasaran dalam bentuk mentega putih atau yang biasa disebut shortening. Jenis produknya ini bervariasi dari tekstur yang sangat lunak sampai yang sangat keras. Mentega putih biasanya digunakan oleh industri pangan, terutama pada pembuatan biskuit. Variasi dalam ingridientnya antara lain shortening, coco butter alternatif dan lain-lain.
Keistimewaan Lemak Trans adalah bisa membuat makanan bertekstur enak di mulut atau mudah leleh, terasa krispi atau renyah, serta rasa dan aromanya gurih dan sedap. Anak-anak umumnya menyukai camilan ini.
Mengapa buruk bagi kesehatan?
Lemak Trans lebih berisiko menyebabkan penyakit jantung dibandingkan lemak-lemak jenuh (yang sempat diyakini menjadi jenis lemak terburuk). Meskipun lemak jenuh (yang ditemukan pada mentega, keju dan daging sapi) meningkatkan kadar kolesterol total, tetapi Lemak Trans lebih buruk lagi yaitu menguras kolesterol baik HLD, yang membantu melindungi dari penyakit jantung.
Efek negatif apa yang ditimbulkan?
Semakin kaku dan semakin keras lemak, maka lemak tersebut akan semakin menyumbat pembuluh darah arteri. Lemak Trans melakukan hal yang sama. Seiring waktu, lemak ini bisa menghambat pembuluh darah yang berfungsi menyuplai  jantung dan otak, sehingga bisa memicu serangan jantung atau stroke. Berdasarkan hasil Nurses’ Health Study, Lemak Trans menggandakan risiko penyakit jantung pada perempuan.
Bagaimana cara membatasi asupan Lemak Trans?
Mulailah menerapkan pola makan sehat dengan menambah asupan buah-buahan, sayuran, kedelai dan ayam serta membatasi makanan yang mengandung Lemak Trans. Belajarlah mengenali makanan yang kaya lemak dan lemak trans. Perhatikan label makanan sebelum membeli. Hindari makanan yang mengandung “hydrogenated or partially hydrogenated canola, soybean or cottonseed oil.” (OL-08)
Sumber : lemak trans lebih buruk di banding lemak biasahttp://artinya.info/2011/12/lemak-trans-lebih-buruk-di-banding-lemak-biasa.html

Spons Pencuci Piring Bisa Membawa Penyakit

Spons cuci piring termasuk dalam gudang kuman yang bisa menularkan penyakit. Kebanyakan ibu rumah tangga sudah merasa cukup untuk mencuci spons pencuci piring dengan air setelah dipakai dan menggantinya dengan yang baru sebulan sekali.

Dalam sebuah studi mengenai kebersihan dapur di Singapura terungkap bahwa 88 persen Spons pencuci piring yang dites mengandung bakteri salmonella dan Escherichia coli (E.coli).
Pemakaian Spons berulang kali untuk membersihkan alat makan, bahkan mencuci sink (tempat cuci piring), menyebabkan Spons menjadi tempat yang nyaman bagi berkumpulnya kuman.
“Spons juga umumnya berada di lingkungan yang lembab dan basah karena semalaman direndam dalam cairan sabun. Ini adalah lingkungan yang kondusif bagi perkembangbiakan kuman,” kata Dr.Emily Cheah, ahli mikrobiologi.
Dalam penelitian yang dilakukannya, para peneliti membagikan Spons pencuci piring dan talenan baru kepada 25 rumah tangga untuk dipakai selama 7 hari. Kemudian setelah itu spons dan talenan tersebut dikumpulkan dan diperiksa.
Dalam studi yang dilakukan di bulan September 2011 itu ditemukan 72 persen rumah tangga menggunakan spons yang sama untuk mencuci piring dan membersihkan area tempat cuci piring dan talenan.
Menurut Cheah, kebiasaan tersebut akan meningkatkan risiko kontaminasi silang karena terjadi kontak dengan alat yang dipakai untuk menyiapkan daging.
Keberadaan bakteri ini sangat memungkinkan terjadinya kontaminasi pada perabot yang dicuci. Risiko kontaminasi meningkat jika alat makan dicampur dengan alat untuk mengolah daging, seperti pisau atau telenan. Kuman dari daging bisa menempel ke peralatan lain. Itu masih ditambah bakteri dari spon. Baiknya, pakai telenan yang berbeda dalam mengolah daging dan sayuran. Bahayanya, saat tubuh ikut terkontaminasi kuman, maka menimbulkan penyakit seiring dengan menurunkan kekebalan tubuh.
“Bila satu Spons dipakai untuk segala keperluan risiko kontaminasi bakteri akan meningkat. Ini beresiko tinggi pada orang yang kekebalannya rendah seperti anak-anak dan orang lanjut usia,” katanya.

Para ahli merekomendasikan agar Spons diganti setiap dua minggu sekali. Untuk mencegah kontaminasi bakteri yang berasal dari daging mentah, disarankan untuk menggunakan talenan yang berbeda dengan yang dipakai untuk mengolah sayuran atau makanan matang.

Selain mengganti secara berkala, dianjurkan juga untuk mengeringkan Spons di bawah sinar matahari atau dalam microwave setelah tidak dipakai lagi.