Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2012

Perempuan Bisa Jaga Rahasia 32 Menit Saja!


Perempuan Bisa Jaga Rahasia 32 Menit Saja!

Perempuan ketika merasa senang, sedih, dan saat jatuh cinta, banyak orang butuh teman untuk berbagi cerita dan berbagi rahasia. Sebagian orang lebih nyaman untuk berbagi rahasia dengan sesama jenisnya. Namun, ada juga yang lebih nyaman untuk berbagi dengan lawan jenisnya. Tetapi, berhati-hatilah jika Anda memutuskan untuk berbagi rahasia dengan perempuan karena, menurut sebuah penelitian, perempuan tidak bisa menjaga sebuah rahasia dalam waktu lama. Yang paling mengejutkan, penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan bisa menjaga rahasia setengah jam saja.
Para peneliti menemukan bahwa ketidakmampuan perempuan menjaga rahasia disebabkan oleh keinginan untuk bergosip, dan biasanya rahasia ini akan menyebar tidak lebih dari 32 menit setelah diceritakan. Namun, kecepatan rahasia ini beredar tergantung pada jenis rahasia yang diceritakan. Cerita yang paling banyak digosipkan adalah tentang suami, orangtua, ataupun sahabat.
Studi yang dilakukan terhadap 3.000 perempuan menemukan bahwa 1 dari 10 perempuan mengaku bahwa mereka tidak mampu menyimpan rahasia, tidak peduli seberapa pribadi atau rahasianya berita ini. Lalu, 85 persen perempuan mengatakan bahwa mereka sangat menikmati ketika mendengar gosip orang lain.
Kebalikan dengan kegembiraan si pendengar dan pencerita gosip, banyak juga perempuan yang menempatkan diri pada posisi perempuan yang merasa kepercayaannya terkhianati oleh temannya sendiri. Survei mengungkapkan bahwa hampir separuh dari mereka merasa perlu untuk menceritakan permasalahan seseorang untuk menunjukkan keprihatinan dan mencari solusi dari lain pihak. Sementara 13 persen lainnya mengatakan bahwa mereka sengaja menceritakan rahasia orang lain sebagai bahan gosip sehingga akan menyebar luas.
Dr Christine Bundy, dosen senior di bidang kesehatan dan psikologi medis di University of Manchester, mengatakan, “Perempuan perlu memutuskan apa yang harus diungkapkan, dan apa yang harus disimpan agar gosip tidak menyebar. Tempatkan diri Anda dalam posisi orang yang sudah menceritakan semua rahasianya pada Anda, dan berharap bahwa Anda bisa menjaga rahasianya tetap aman. Jika Anda mengira bila menyebarkannya kepada orang lain bisa sangat mengganggu si pencerita, maka sangat disarankan untuk merahasiakannya, terutama jika itu sangat pribadi dan penting,” tukasnya.

Perempuan merasa perlu untuk menceritakan permasalahan seseorang untuk menunjukkan keprihatinan dan mencari solusi dari lain pihak. Sementara 13 persen lainnya mengatakan bahwa mereka sengaja menceritakan rahasia orang lain sebagai bahan gosip sehingga akan menyebar luas.

sumber : perempuan jaga rahasia

Selasa, 13 Desember 2011

Menikah Butuh Berapa Lama Berpacaran ?

Menikah ? banyak wanita yang menanyakan butuh waktu berapa lama berpacaran hingga akhirnya dilamar. Tentu untuk masuk kejenjang yang lebih serius itu tidak dalam waktu satu atau dua bulan berpacaran, melainkan butuh
waktu yang cukup panjang untuk bisa saling mengenal.
Banyak wanita yang merasa mereka telah menemukan pasangan yang tepat dan mapan, namun hingga saat ini sang kekasih belum juga melamarnya. Bahkan mereka yang sudah menjalin hubungan selama bertahun-tahun, belum juga ada tanda-tanda kekasih ingin menikahi mereka.

Sebenarnya tidak masalah menunggu hingga akhirnya dilamar, asalkan sudah saling berkomitmen. Pertanyaannya, sebenarnya berapa lama ideal berpacaran sebelum akhirnya menikah.

Menurut Heather Setrakian, seorang ahli pernikahan dan penulis tentang hubungan di situs Your Tango menyatakan, tidak banyak penelitian tentang panjangnya waktu pacaran sebelum menikah. Beberapa dekade lalu waktu pacaran berkisar 6 – 14 bulan. Menurut Ted Huston, seorang peneliti terkenal mengatakan adanya transisi dalam hubungan. Dalam penelitiannya, ia menyatakan pasangan bahagiamenikah setelah mereka berhubungan selama 25 bulan.
Ada juga pasangan yang tidak bahagia. Pasangan yang tidak bahagia dibagi dalam dua grup. Pasangan yang tidak bahagia grup pertama termasuk dalam golongan yang cepat bercerai kurang atau lebih dari tiga tahun. Grup kedua adalah, mereka yang tunangan setelah 9 bulan pacaran dan menikah setelah 18 bulan. Pasangan ini biasanya sampai di ulang tahun pernikahan yang ke-7 sebelum bercerai.

Menikah setalah 2,8 tahun pacaran ini rata-rata pasangan dalam penelitian Heather . Hal tersebut mencerminkan kecenderungan yang tumbuh dalam penundaan pernikahan.

Wes Moore, seorang advokat muda dan penulis buku laris ‘Other Wes Moore’ memberikan alasan mengapa banyak pria modern saat ini menunda pernikahan. Moore menemukan banyak wanita sekarang mencari pria yang berpendidikan tinggi, memiliki pekerjaan baik, sopan dan siap untuk menjadi suami. Sayangnya jumlah pria yang banyak wanita impikan itu semakin rendah, karena banyak pria merasa mereka tidak cukup baik dan mapan untuk seorang wanita.

Ada lima alasan lain yang membuat pria belum mau melamar untuk menikah. Ini dia lima alasan tersebut, seperti dilansir dari MSN.

1. Masih Ingin Fokus pada KarirnyaTidak sedikit pria yang lebih memfokuskan dirinya pada pekerjaan sedangkan wanita fokus pada status hubungan agar dapat menikah dengan pacarnya. Menurut Lisa Daily, penulis buku ‘How to Date Like a Grown-Up’, kebanyakan pria ingin merasa aman mengenai prospek karir dan keuangan sebelum akhirnya meminta seorang wanita menjadi istrinya / menikah nya.
2. Takut Merasa Bosan setelah menikahSama seperti halnya wanita, pria pun menyukai segala hal yang baru dan misterius. “Banyak pria yang sadar bahwa dia akan hidup lama sekitar 50 hingga 55 tahun dengan wanita yang sama tiap tahunnya,” ujar Rizki, 26 tahun.
3. Takut Jika Harus Menyerah pada Mimpinya“Hal yang paling menakutkan adalah melupakan semua mimpi saya. Saya melihat teman-teman saya menikah, membeli rumah, punya anak dan akhirnya melepaskan impian mereka,” ujar Nuno, 31 tahun.
4. Belum Mampu Membeli Cincin“Pacar saya inginkan cincin yang minimal terbuat dari 1 karat berlian untuk cincin saat kami menikah. Saya mulai mencoba mencari pekerjaan baru karena tidak mungkin dengan penghasilan saya sekarang dan yang paling buruk, ia tidak akan selamanya ada di sisi saya,” jelas Ichsan, 28 tahun.
5. Takut dengan menikah Bisa Mengubah Anda“Banyak orang yang mengatakan bahwa wanita akan berubah setelah dia menikah dan kebahagiaan Anda dengannya akan segera hilang bersamaan dengan berakhirnya bulan madu setelah menikah. Wanita akan memiliki penampilan buruk dan banyak melarang,” kata Andika, 28 tahun.