Tampilkan postingan dengan label penyakit kardiovaskular. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit kardiovaskular. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2012

Makanan Pedas dan 5 Bahayanya

Makanan pedas selain menantang dan aneka keripik pedas atau ramen yang menyediakan level-level tertentu untuk menunjukkan tingkat kepedasannya juga membuat seseorang merasa bangga jika ia sukses melahap Si Keripik Pedas. ­­Memang, sih, cabai yang menjadi sumber pedas mempunyai banyak manfaat.
Sebut saja kandungan vitamin C yang tinggi, kandungan capsaicin yang dapat membunuh sel kanker, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, dan mengendalikan pencemaran mikroba pada makanan. Namun, seperti kata pepatah lama, segala yang berlebihan tidak akan menimbulkan kebaikan. Begitu juga ketika Anda memakan terlalu banyak makanan pedas.
Diare
Makanan pedas dapat mempercepat gerakan di usus yang mempermudah terjadinya diare. Ketika makanan pedas sudah sampai di usus besar, efek iritasi dari makanan pedas ini akan langsung terasa. Kemudian tubuh akan mengirim lebih banyak air ke usus untuk meredakan gejala iritasi. Perlu disadari, setiap orang memiliki kepekaan usus yang berbeda sehingga daya tahan terhadap makanan pedas akan berbeda pula. Jika Anda termasuk sensitif pada makanan pedas, sebaiknya batasi konsumsi makanan pedas.

beberapa bahaya makanan pedas bila mengkonsumsi dengan berlebihan :

Gastritis
Konsumsi makanan pedas yang terlalu sering dapat menyebabkan permukaan lambung menjadi rapuh dan mudah mengalami luka. Penyakit itu disebut gastritis alias mag, yang terjadi karena adanya peradangan pada lapisan lambung. Pasalnya, lambung yang sering ditimpa makanan pedas mengakibatkan lapisan-lapisannya menipis dan rentan terkena infeksi.
Alergi
Pernah merasa lidah Anda terbagi menjadi pola-pola tertentu yang mengakibatkan makanan jadi terasa hambar? Hal tersebut dipercaya sebagai akibat dari alergi pada lidah. Sama halnya dengan makanan atau minuman yang terlalu panas, makanan pedas pun dapat mengakibatkan beberapa bagian lidah alergi sehingga nafsu makan Anda berkurang karena ketidaknyamanan.
Sensitivitas lidah berkurang
Pengonsumsian makanan pedas yang berlebihan dapat mengurangi sensasi rasa secara permanen sehingga lidah tidak lagi responsif dalam mengecap rasa. Jika Anda merasa semakin lama semakin kuat mengonsumsi makanan pedas, sebaiknya berhati-hati. Bukan berarti Anda semakin terbiasa, bisa jadi sensitivitas indera pengecap berangsur aus. Paling fatal, lidah tidak lagi berfungsi maksimal untuk menentukan porsi makanan pedas yang dapat kita tolerir.
Insomnia
Makanan pedas pun dapat mengganggu pola tidur. Sejatinya, tubuh Anda perlu rileks ketika Anda hendak tidur, terutama pada siklus pertama menuju saat terlelap karena makanan pedas juga dapat meningkatkan temperatur tubuh dan memicu detak jantung lebih cepat. Maka hindari makanan pedas sebelum Anda pergi tidur, ya!

Makanan pedas dapat mempercepat gerakan di usus yang mempermudah terjadinya diare. Ketikamakanan pedas sudah sampai di usus besar, efek iritasi dari makanan pedas ini akan langsung terasa. Kemudian tubuh akan mengirim lebih banyak air ke usus untuk meredakan gejala iritasi.

Selasa, 07 Februari 2012

Teh Pilihan Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Anda

Teh merupakan salah satu jenis minuman dengan banyak manfaat. Kandungan antioksidannya diyakini mampu meningkatkan kekebalan tubuh, dan melawan penuaan dini. Kandungan kafeinnya memberi banyak manfaat kesehatan, seperti mengurangi risiko penyakit diabetes, atau meningkatkan daya ingat. Untuk mendapatkan manfaatnya sesuai kebutuhan tubuh.

Sebaiknya Anda Mengenal Jenis-Jenis Teh Yang Biasa Anda Temukan.

Menurunkan kolesterol: Teh hitam
Teh hitam  ini tergolong jenis yang paling umum, dan merupakan 75 persen konsumsi teh di seluruh dunia. Teh ini digulung dan difermentasikan, lalu dikeringkan dan ditumbuk. Citarasanya sedikit lebih pahit dan memiliki kandungan kafein yang tertinggi, yaitu sekitar 40 mg per cangkir. Bandingkan dengan secangkir kopi yang mengandung 50-100 mg kafein. Jadi, kalau kopi terlalu berat untuk Anda, coba lawan kantuk Anda dengan teh hitam.
Teh hitam juga memiliki konsentrasi antioksidan yang tinggi, yang dikenal sebagai theaflavins dan thearubigins. Senyawa ini diperkirakan mampu menurunkan kadar kolesterol, demikian menurut  Rebecca Baer, pakar diet di New York City. Orang yang minum tiga cangkir teh hitam atau lebih setiap hari kemungkinan bisa menurunkan risiko stroke hingga 21 persen.
Menurunkan risiko penyakit jantung: Teh hijau
Tak suka teh hitam? Silakan coba teh hijau, karena ini memiliki citarasa yang lebih enak dari pada teh hitam. Setelah dipetik, daunnya langsung dikeringkan dan dipanaskan, sehingga menghentikan proses fermentasinya. Dalam secangkir, kandungan kafeinnya 25 mg.
Teh hijau penuh dengan kandungan antioksidan bernama katekin, bagian dari kelompok yang disebut EGCG. Senyawa ini mampu melawan segala sesuatu, dari kanker hingga penyakit jantung, kata Karen Collins, penasihat nutrisi di American Institute for Cancer Research, di Washington, DC. Sebuah studi menunjukkan bahwa secangkir tea hijau sehari dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 10 persen.
Menurunkan berat badan: Teh oolong
Mirip dengan teh hitam, namun difermentasikan dalam waktu yang lebih singkat, sehingga memberikan rasa yang lebih kaya. Oolong juga mampu membantu proses penurunan berat badan. “Oolong mengaktifkan enzim yang berfungsi menghancurkan trigliserida, bentuk lemak diet yang tersimpan di dalam sel-sel lemak,” ujar Baer.
Untuk menurunkan berat badan, orang juga cenderung mengonsumsi tea hijau. Padahal, perempuan yang meminum tea oolong akan membakar lebih banyak kalori dalam periode dua jam, daripada yang hanya minum air putih. Oolong juga mengandung kafein dalam jumlah yang lebih rendah, yaitu 30 mg per cangkir.
Melawan diabetes: Teh putih
Daun dipetik saat masih sangat muda, sehingga teh putih memiliki citarasa yang paling ringan daripada jenis lainnya. Kafeinnya pun paling rendah, sekitar 15 mg per cangkir. Teh tubruk mungkin juga mengandung antioksidan lebih banyak daripada teh celup, karena daunnya mengalami pemrosesan lebih singkat.
Teh putih juga mempunyai manfaat pelawan kanker dan penyakit kardiovaskular. Beberapa penelitian menyatakan bahwa jenis ini juga bermanfaat untuk pengidap diabetes.  Jurnal Phytomedicine menuliskan bahwa mengonsumsi tea putih dapat memperbaiki toleransi glukosa dan pengurangan kolesterol jahat.
Rileksasi, pereda mulas, dan lain-lain: Teh herbal
Sebenarnya, teh herbal bukanlah teh karena yang digunakan adalah kombinasi buah-buahan kering, bunga, dan tumbuh-tumbuhan bumbu lainnya. Makanya, teh herbal tidak mengandung kafein.
Sebuah studi yang dimuat di Journal of Nutrition mendapati bahwa minum tiga cangkir teh hibiscus (kembang sepatu) setiap hari dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Teh chamomile bisa membuat Anda rileks dan mudah terlelap, sedangkan teh peppermint sanggup menenangkan perut yang bergolak karena makanan yang Anda konsumsi.
Hindari teh herbal yang digunakan untuk menurunkan berat badan, karena kemungkinan mengandung bahan laksatif (bahan pencahar) yang berbahaya.
Sebagai minuman penyegaran: Flavored tea
Teh hitam, hijau, atau putih, bisa menjadi lebih beraroma dengan tambahan kayu manis, jeruk, atau lavender. Jenis ini memiliki kadar antioksidan dan manfaat kesehatan yang sama seperti yang tidak beraroma.

Teh yang ditambah dengan aroma buah-buahan super, seperti blueberry, bisa jadi mengandung lebih banyak antioksidan, demikian menurut Lisa Boalt Richardson, pakar teh dan penulis buku The World in Your Teacup. Agar manfaatnya maksimal, tak usah menambahkan gula ke cangkir teh Anda.

sumber : teh pilihanhttp://artinya.info/2011/11/teh-pilihan-yang-sesuai-dengan-kebutuhan-anda.html

Selasa, 13 Desember 2011

Makanan Pedas dan 5 Bahayanya

Makanan pedas selain menantang dan aneka keripik pedas atau ramen yang menyediakan level-level tertentu untuk menunjukkan tingkat kepedasannya juga membuat seseorang merasa bangga jika ia sukses melahap Si Keripik Pedas. ­­Memang, sih, cabai yang menjadi sumber pedas mempunyai banyak manfaat.
Sebut saja kandungan vitamin C yang tinggi, kandungan capsaicin yang dapat membunuh sel kanker, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, dan mengendalikan pencemaran mikroba pada makanan. Namun, seperti kata pepatah lama, segala yang berlebihan tidak akan menimbulkan kebaikan. Begitu juga ketika Anda memakan terlalu banyak makanan pedas.
Diare
Makanan pedas dapat mempercepat gerakan di usus yang mempermudah terjadinya diare. Ketika makanan pedas sudah sampai di usus besar, efek iritasi dari makanan pedas ini akan langsung terasa. Kemudian tubuh akan mengirim lebih banyak air ke usus untuk meredakan gejala iritasi. Perlu disadari, setiap orang memiliki kepekaan usus yang berbeda sehingga daya tahan terhadap makanan pedas akan berbeda pula. Jika Anda termasuk sensitif pada makanan pedas, sebaiknya batasi konsumsi makanan pedas.

beberapa bahaya makanan pedas bila mengkonsumsi dengan berlebihan :

Gastritis
Konsumsi makanan pedas yang terlalu sering dapat menyebabkan permukaan lambung menjadi rapuh dan mudah mengalami luka. Penyakit itu disebut gastritis alias mag, yang terjadi karena adanya peradangan pada lapisan lambung. Pasalnya, lambung yang sering ditimpa makanan pedas mengakibatkan lapisan-lapisannya menipis dan rentan terkena infeksi.
Alergi
Pernah merasa lidah Anda terbagi menjadi pola-pola tertentu yang mengakibatkan makanan jadi terasa hambar? Hal tersebut dipercaya sebagai akibat dari alergi pada lidah. Sama halnya dengan makanan atau minuman yang terlalu panas, makanan pedas pun dapat mengakibatkan beberapa bagian lidah alergi sehingga nafsu makan Anda berkurang karena ketidaknyamanan.
Sensitivitas lidah berkurang
Pengonsumsian makanan pedas yang berlebihan dapat mengurangi sensasi rasa secara permanen sehingga lidah tidak lagi responsif dalam mengecap rasa. Jika Anda merasa semakin lama semakin kuat mengonsumsi makanan pedas, sebaiknya berhati-hati. Bukan berarti Anda semakin terbiasa, bisa jadi sensitivitas indera pengecap berangsur aus. Paling fatal, lidah tidak lagi berfungsi maksimal untuk menentukan porsi makanan pedas yang dapat kita tolerir.
Insomnia
Makanan pedas pun dapat mengganggu pola tidur. Sejatinya, tubuh Anda perlu rileks ketika Anda hendak tidur, terutama pada siklus pertama menuju saat terlelap karena makanan pedas juga dapat meningkatkan temperatur tubuh dan memicu detak jantung lebih cepat. Maka hindari makanan pedas sebelum Anda pergi tidur, ya!

Makanan pedas dapat mempercepat gerakan di usus yang mempermudah terjadinya diare. Ketikamakanan pedas sudah sampai di usus besar, efek iritasi dari makanan pedas ini akan langsung terasa. Kemudian tubuh akan mengirim lebih banyak air ke usus untuk meredakan gejala iritasi.

Senin, 12 Desember 2011

Jahe Dapat Mengurangi Risiko Kanker Kolorektal

Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman obat asli Asia dari rumpun batang semu. Manfaat Jahe yang sangat baik bagi kesehatan membuat tanaman ini terkenal hingga ke India, Jamaika, Australia, Cina, dan hampir di seluruh penjuru dunia.

Selain sebagai campuran bumbu untuk masakan dan berkhasiat untuk menghangatkan tubuh, Di balik rasanya yang pedas, Jahe banyak mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia.

Jahe bisa mengurangi peradangan usus dan membantu mengurangi risiko kanker kolorektal, menurut sebuah studi baru. Para peneliti menemukan bahwa peserta studi yang mengonsumsi suplemen Jahe mengalami penurunan 28 persen dalam satu ukuran peradangan kolorektal jika dibandingkan dengan mereka yang meminum plasebo.

Penelitian ini juga telah menunjukkan bahwa orang dengan tingkat peradangan pada dubur yang lebih tinggi lebih mungkin untuk mengembangkan lesi yang dapat berkembang menjadi kanker.
Namun, para peneliti mencatat bahwa studi ini masil berskala kecil karena hanya melibatkan 30 peserta. Maka itu, penelitian lebih lanjut diperlukan guna mengetahui manfat Jahe pada risiko kanker. “Tapi hasil ini terlihat menjanjikan,” kata Patricia Thompson, seorang profesor kedokteran seluler dan molekuler di University of Arizona Cancer Center, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, seperti dikutip dari Fox News.
Sementara itu, Suzanna Zick, asisten peneliti dari University of Michigan Medical School mengatakan bahwa diperlukan percobaan yang lebih besar untuk menguatkan temuan studinya dan menjawab sejumlah pertanyaan.
Secara khusus, penelitian di masa depan diperlukan untuk mengetahui bagaimana Jahe dapat mengurangi kadar PGE2 pada dubur. Jika Jahe mampu bertindak untuk mengurangi peradangan dengan cara yang sama seperti halnya obat COX-2 inhibitor, berarti juga dapat berbagi manfaat dalam menemukan obat bagi mereka yang berisiko tinggi mengidap penyakit kardiovaskular.
“Kami juga tidak tahu berapa banyak Jahe yang dibutuhkan seseorang untuk mengurangi risiko kanker mereka,” Dalam studi tersebut, para peneliti merekomendasikan 2 gram ekstrak Jahe yang setara dengan sekitar 20 gram Jahe mentah karena uji coba terakhir menunjukkan bahwa dosis itu paling sesuai untuk orang sehat. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Cancer Prevention Research.
Sumber : jahe dapat mengurangi risiko kanker kolorektalhttp://artinya.info/category/kesehatan/page/2

Telur, Baik Atau Buruk Untuk Kesehatan ?

Telur adalah makanan yang kerap dijuluki superfood. Dalam telur terdapat beragam nutrisi penting mulai dari protein, vitamin, mineral, antioksidan, dan lemak baik. Sebutir telur berukuran besar mengandung hanya 70 sampai 80 kalori, dan mencukupi 10 persen kebutuhan protein harian, selain juga di dalamnya terdapat zat besi, mineral dan vitamin B (riboflavin, asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12).

Walaupun begitu, Telur juga kerap punya reputasi buruk sebagai makanan berkolesterol tinggi. Lantas, apakah kita perlu membatasi konsumsi atau sama sekali menghindarinya?
Kebenarannya adalah mengonsumsi Telur tidaklah buruk bagi kesehatan. Fakta bahwa makan telur dapat memicu risiko penyakit kardiovaskular merupakan kesalahan umum.
Menurut  riset yang dipublikasikan Journal of the American College of Nutrition (2000), di mana penelitian ini dilakukan untuk memperkirakan tingkat hubungan antara konsumsi telur dan kadar kolesterol, telur memberikan kontribusi nutrisi penting untuk diet dan tidak terkait dengan kolesterol tinggi.
Studi ini menunjukkan, mereka yang makan empat butir atau lebih  dalam satu minggu benar-benar memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak makan sama sekali atau hanya menyantap satu butir per minggu.
Beberapa peneliti juga percaya bahwa zat yang disebut ‘kolin’, yang ditemukan terutama dalam kuning telur, mamapu melawan efek berbahaya kolesterol yang ada dalam kuning telur. Kolin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol yang terkait dengan penyakit kardiovaskular. sebutir menyediakan 30 persen kebutuhan harian setiap orang, dimana memainkan peran penting dalam kesehatan otak dan pengurangan peradangan.
Pada 2010, sebuah penelitian Harvard  melibatkan lebih dari 21.000 dokter laki-laki selama periode 20 tahun, dan dimana saat itu umur mereka rata-rata 54 tahun. Studi ini menemukan bahwa pria yang makan tujuh atau lebih telur per minggu, 23 persen lebih mungkin meninggal akibat penyebab apapun.
Namun konsumsi telur itu tidak terkait dengan peningkatan risiko serangan jantung atau stroke, bahkan di antara pria yang mengonsumsi lebih dari tujuh butir per minggu.
Para pendukung telur mengatakan bahwa, penelitian tersebut tidak menyediakan cukup bukti untuk menyalahkan telur.
Menurut mereka, penelitian tersebut tidak mengatakan tentang penyebab kematian dan tidak ada informasi yang cukup jelas mengenai apa-apa saja yang mereka makan.

Untuk lebih aman, Anda harus berhati-hati untuk tidak makan terlalu banyak Telur goreng karena Anda juga akan mengkonsumsi lemak dari minyak telur. Kuncinya disini adalah, jangan mempersiapkan telur dengan menyertakan mentega atau minyak terlalu banyak.

Jika Anda benar-benar khawatir tentang kandungan kolesterol didalamnya, Anda bisa makan putih telur saja. Putihnya adalah pilihan terbaik, terutama jika Anda mencoba untuk mengurangi kalori. Putih telur merupakan sumber protein fantastis, tetapi tanpa lemak.
Satu lagi ketakutan yang mungkin bisa timbul ketika kita memakan telur adalah adanya bakteri yang terkontaminasi pada telur. Sebagaimana diketahui, di luar negeri seperti Amerika Serikat, satu dari 20.000 telur berisiko terkontaminasi dengan Salmonella, bakteri yang dapat menyebabkan penderitaan usus ekstrem.
Namun, ini dapat dengan mudah dihindari jika disimpan di kulkas, dimasak dengan matang dan segera dimakan setelah dimasak. Bakteri Salmonella berkembang biak dengan cepat pada suhu kamar. Jadi, pastikan Anda membeli telur di toko yang ada alat pendinginnya dan tempatkan di kulkas (bagian terdingin dari kulkas dan bukan di pintu) segera setelah Anda sampai di rumah.
Berapa konsumsi sebaiknya dalam sehari?
Sebutir telur berukuran besar bisa mengandung sekitar 213 miligram kolesterol, yang terkandung dalam bagian kuning telur.  Jika Anda ingin sehat, ikuti  rekomendasi diet yang disarankan yakni asupan kolesterol tidak boleh melebihi 300 mg per hari.
American Heart Association menyatakan, sebutir sehari masih dalam batas yang wajar untuk kesehatan. Tetapi, Anda sebaiknya tidak  mengonsumsi lagi makanan berkolesterol tinggi  seperti susu, daging dan unggas. Jika Anda mempunyai penyakit seperti jantung atau diabetes, direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai batasan konsumsi.
Sumber : telur, baik atau buruk untuk kesehatan ?http://artinya.info/category/kesehatan