Tampilkan postingan dengan label sinar matahari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sinar matahari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

Kulit Bebas Kilap Butuh Perlindungan

Kulit wajah sangat penting untuk di beri pelindungan. Apalagi bagi perempuan yang tinggal di negara beriklim tropis dengan kondisi kulitcenderung berminyak. Paparan sinar matahari menjadi ancaman terhadap kesegaran, kesehatan, dan kecantikan kulit wajah perempuan Asia, termasuk Indonesia.
Perlindungan kulit dari paparan sinar matahari bisa dilakukan dengan banyak cara. Sah saja jika Anda menutupi wajah dengan penutup kepala agar tak terpapar langsung dengan sinar matahari. Namun, Anda juga perlu tahu mengenai cara yang lebih efektif, dan membuat Anda bebas beraktivitas tanpa khawatir paparan langsung sinar matahari setiap hari akan merusak kulit.
L’Oreal Paris memberikan solusi untuk perempuan Indonesia yang selalu aktif dibawah sinar matahari. Bagi perempuan aktif yang tak membatasi diri berkegiatan di luar ruang, Anda bisa mengaplikasikan L’Oreal Paris UV Perfect Mat, sebagai perlindungan kulit dari paparan langsung sinar matahari.

Sunblock ini efektif melindungi wajah dari paparan sinar UVA-UVB. Tekstur baru yang mat, membuat kulit terasa tingan dan bebas kilap selama 12 jam yang disebabkan minyak berlebih.

Monika Ardianti, Marketing Manager L’Oreal Paris Indonesia menjelaskan L’Oreal Paris UV Perfect Mat berfungsi sebagai penangkal sinar UVA-UVB (sun block) diperkaya dengan SPF 30 yang tidak menyebabkan wajah menjadi berminyak.
“Kandungan Mexoryl SX dan XL (XL Block) efektif dan telah dipatenkan mampu memberi perlindungan extra pada kulit wajah dari paparan sinar UVA-UVB,” jelas Monika melalui siaran pers-nya.
Paparan sinar UVA-UVB inilah yang menyebabkan munculnya noda hitam dan tanda- tanda penuaan dini. Masalah kulit yang kerapkali dialami perempuan aktif dan bekerja di bawah paparan sinar matahari adalah wajah kusam, tidak bercahaya, dan berminyak.
Berbagai masalah kulit mulai muncul terutama jika kebiasaan tak memberikan perlindungan kulit dengan tepat, selain juga membiarkan wajah terpapar langsung sinar UVA-UVB setiap hari. Ketika memulai hari sejak pukul 08:00, di perjalanan menuju kantor atau berbagai tujuan aktivitas Anda, inilah awal kulit wajah terkena paparan sinar matahari. Lalu berlanjut di siang hari, saat kulit wajah secara langsung terkena paparan sinar matahari secara intens hingga sore hari.

kulit yang selalu aktif di bawah sinar matahari ? L’Oreal Paris memberikan solusinya Bagi perempuan aktif yang tak membatasi diri berkegiatan di luar ruang, Anda bisa mengaplikasikan L’Oreal Paris UV Perfect Mat, sebagai perlindungan kulit dari paparan langsung sinar matahari.

Monika melanjutkan, dengan formulasi khusus dan teruji secara dermatologis, produk perlindungan kulit ini memiliki tekstur lembut dan mudah meresap tidak membuat kulit terasa lengket dan berminyak. Formulanya juga juga diramu agar tidak menutupi pori-pori kulit wajah, dengan tujuan tidak akan menimbulkan komedo setelah pemakaian.
L’Oreal Paris UV Perfect Mat digunakan di akhir perawatan kulit wajah, selain juga dapat digunakan sebagai pelembab dasar sebelum menggunakan make up. Produk perlindungan kulit ini tersedia dalam kemasan 30 ml seharga Rp 94.900.
sumber : kulit L’Oreal Parishttp://artinya.info/category/kesehatan/page/4

Senin, 12 Desember 2011

Sinar Matahari Dengan Fakta Dan Mitos Tentang Pengaruh Terhadap Tubuh Kita.

Sinar matahari mempunyai manfaat yg baik buat kesehatan tapi apabila berlebihan akan berdampak negative buat kesehatan kita. Apabila anda ingin berjemur sebaiknya mengikuti prosedurenya agar tak berakibat negative pada kesehatan anda.
Untuk masyarakat yang tinggal di daerah tropis kaya di Indonesia, berjemur merupakan hal yang tidak lazim. Yang berjemur paling-paling cuma anak bayi sama orang yang lagi sakit tulang, itupun matahari pagi. Jangan harap cewek-cewek Indonesia mau berjemur di siang bolong. Pemandangan jemur-menjemur kaya ikan asin itu paling cuma bisa kita liat di Pulau Dewata, soalnya banyak bule disitu atau paling di kolam renang.
Tetapi sayangnya, mau tidak mau kita juga harus berhadapan dengan paparan sinar matahari setiap harinya, kaya ke kampus naik angkot atau kerja lapangan. Nah, ternyata banyak mitos keliru tentang berjemur yang masih sering kita lakukan. Bukannya dapet sehatnya, malah dapet penyakit. Sebelum kena efek negatifnya, mending cekidot dulu deh.

Seperti dilansir dari Foxnews, Selasa (1/6/2010), berikut 7 mitos tentang berjemur di bawah sinar matahari:



1. Mitos, sering berjemur sinar matahari maka asupan vitamin D semakin banyak
Memang benar bahwa matahari memasok tubuh dengan vitamin D, tapi tidak dengan cara sering berjemur lantas vitamin D semakin banyak. Paparan ultraviolet berlebih justru berbahaya bagi tubuh.
Vitamin sinar matahari terbukti dapat memperbaiki jantung, tulang bahkan membantu mencegah kanker jenis tertentu. Namun, para pakar mengatakan bahwa paparan sinar matahari yang sehat hanya sekitar 2 sampai 10 menit sehari. Jumlah ini sudah cukup untuk memenuhi asupan vitamin dalam tubuh.
2. Mitos, berjemur dalam tanning bed (tabung UV) lebih aman
sukague.com
Peneliti mengatakan bahwa jumlah radiasi dari tabung UV (indoor taning) sama dan bahkan kadang lebih tinggi ketimbang radiasi dari sinar matahari alami.
Sinar matahari alami mengandung sinar UVA dan UVB. Dan tabung UV diklaim lebih aman karena hanya menghasilkan sinar UVB, padahal kedua jenis sinar UV tersebut sama-samam dapat menyebabkan melanoma (kanker kulit).
3. Mitos, di dalam air tidak menyebabkan kulit terbakar
Air tidak dapat melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. Refleksi cahaya di dalam air justru dapat meningkatkan paparan UV pada kulit.
4. Mitos, menggunakan make up dengan SPF (Sun Protection Factor) sudah cukup aman
sukague.com
Lapisan tipis SPF pada wajah tidak cukup untuk melindungi kulit ketika harus menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.
Skin Cancer Foundation menyarankan orang untuk menggunakan pelembab tabir surya yang mengandung spektrum yang lebih luas sebelum menggunakan make up, bahkan jika make up di klaim mengandung SPF sekalipun.
Tabir surya yang berspektrum luas mengandung tabir untuk UVA dan UVB, dan sekurang-kurangnya SPF bernilai 15.
5. Mitos, orang berkulit gelap aman dari bahaya sinar matahari dan kanker kulit
Kulit yang berwarna coklat atau gelap memang mengandung lebih banyak melanin, yaitu pigmen kulit yang lebih baik melindungi kulit dari bahaya sinar matahari. Tapi hal ini bukan berarti orang berkulit gelap 100 persen aman dari serangan kanker kulit.
6. Mitos, kulit menjadi coklat dapat melindungi kulit dari bahaya sinar matahari
Ini mungkin salah satu mitos yang paling umum dari semuanya. Kulit yang berubah coklat tidak akan melindungi kulit dari bahaya matahari, ini sebenarnya adalah reaksi kulit terhadap kerusakan terhadap sinar matahari.
Setiap kali orang berjemur untuk membuat kulit lebih coklat, maka kerusakan akan terakumulasi dan mempercepat proses penuaan. Satu-satunya cara untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari adalah tabir surya dan pakaian pelindung.
7. Mitos, jika menggunakan tabir surya sebelum keluar rumah, maka ini dapat melindungi kulit seharian dari sinar matahari
sukague.com
Masalah umum tabir surya adalah dapat memberikan rasa aman yang palsu. Menggunakan tabir surya sekali bukan berarti dapat melindungi kulit Anda sepanjang hari dari sinar matahari.
Tabir surya perlu digunakan atau dioleskan setidaknya dua jam sekali, dan lebih sering lagi bila Anda sedang berkeringat atau berenang. Pastikan menggunakannya dengan marata, atau akan membuat kulit belang

Sinar matahari alami mengandung sinar UVA dan UVB. Dan tabung UV diklaim lebih aman karena hanya menghasilkan sinar UVB, padahal kedua jenis sinar UV tersebut sama-samam dapat menyebabkan melanoma (kanker kulit).

Sumber : sinar matahari Bagi tubuh kitahttp://artinya.info/category/kesehatan/page/4