Tampilkan postingan dengan label penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penelitian. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2012

Facebook Dapat Berakibat Buruk Terhadap Penggunanya

Facebook diciptakan pada 2004 oleh Mark Zuckerberg, situs jejaring sosial Facebook berulang kali “disalahkan” atas berbagai masalah.

Mulai dari hancurnya pernikahan, obesitas pada anak, hingga oleh Professor Peter Kelly, kepala kesehatan publik di Teesside, Inggris, mengungkap kalau Facebook berperan dalam penyebaran penyakit sipilis.

Banyak efek lain dari Facebook yang berakibat buruk. Berikut sepuluh dampak buruk Facebook, yang VIVAnews kutip dari Telegraph, dan jangan sampai Anda mengalaminya.

1. Memicu Perceraian.
Pengacara menyalahkan Facebook untuk satu dari lima petisi perceraian online. Situs yang bisa mempertemukan teman lama dan membuat penggunanya bisa saling bicara melalui aplikasi chatting ini, disebut sebagai latar belakang meningkatnya kehancuran pernikahan dan godaan untuk berselingkuh.
2. Memicu Anak Bunuh Diri.
Kepala gereja katolik di Inggris dan Wales, Archbishop Vincent Nichols, memperingatkan bahwa situs itu bisa mendorong remaja memiliki pandangan bahwa pertemanan adalah sebuah komoditas. Hal itu bisa memicu keinginan untuk bunuh diri, ketika hubungan tidak berjalan lagi.
3. Lenyapkan Ungkapan Tradisional.
Survei yang dilakukan sebuah perusahaan peneliti pasar pada 4.000 orang yang usianya dibawah 30 tahun, mengungkap bahwa banyak ungkapan tradisonal yang tidak lagi diungkapkan karena Facebook.
4. Memicu Gangguan Tulang.
Facebook juga sering disalahkan karena gangguan tulang yang terjadi pada anak-anak. Penelitian dalam British Medical Journal menemukan bahwa situs jejaring sosial dan permainan komputer, merupakan pemicu penyakit seperti kekurangan vitamin D yang akibatnya bisa membuat tulang mudah rapuh.
5. Membuat Orang Menjadi Tertutup.
Penelitian dari Mintel, sebuah perusahaan penelitian pasar, menemukan lebih dari setengah orang dewasa yang menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook, lebih menghabiskan waktu di internet dibandingkan berbicara dengan teman atau anggota keluarga lainnya.
6. Membuat Pasangan Cemburu.
Tim peneliti dari University of Guelph, Kanada, menemukan bahwa penggunaan Facebook meningkatkan rasa cemburu pasangan. Mereka menemukan bahwa makin sering seseorang menghabiskan waktu untuk online pada situs jejaring sosial dan melihat pasangannya, maka tingkat kecurigaannya sangat tinggi.
7. Dijadikan Ajang Menantang Hukum.
Pada beberapa kasus hukum di Inggris. Facebook, dijadikan ajang untuk menantang hukum. Pihak yang tersangkut kasus hukum membuat grup, yang namanya sangat provokatif dan melawan hukum.
8. Membuat Banyak Orang Tua Jatuh Cinta.
Ofcom, sebuah badan pembuat regulator komunikasi, menemukan lebih banyak orang setengah baya yang menjadi anggota situs jejaring sosial seperti Facebook. Hal itu menunjukkan fenomena situs jejaring sosial telah “tumbuh”, dengan pengguna yang berusia 35 hingga 54 tahun melonjak sebesar 25 persen sepanjang tahun 2009.
9. Membuat Penggunanya Merasa Tidak Menarik.
Jutaan pengguna Facebook mengatakan menghindari menggunggah foto dan menghapus nama dari berbagai foto, karena merasa terlalu gemuk, tua, atau terlihat jelek. Hal itu menurut survei yang dilakukan perusahaan yang memproduksi produk penurunan berat badan, LighterLife, pada 2000 orang.
10. Mengungkap Kehidupan Pribadi.
Banyak orang yang memajang foto-foto pribadinya di Facebook tanpa menyadari bahaya yang sedang mengintainya. Seperti kasus istri seorang kepala agen rahasia Inggris, Sir John Sawers, yang memajang foto-foto keluarganya secara detail di ditus tersebut saat berlibur bersama keluarganya.

Minggu, 05 Februari 2012

Perempuan Bisa Jaga Rahasia 32 Menit Saja!


Perempuan Bisa Jaga Rahasia 32 Menit Saja!

Perempuan ketika merasa senang, sedih, dan saat jatuh cinta, banyak orang butuh teman untuk berbagi cerita dan berbagi rahasia. Sebagian orang lebih nyaman untuk berbagi rahasia dengan sesama jenisnya. Namun, ada juga yang lebih nyaman untuk berbagi dengan lawan jenisnya. Tetapi, berhati-hatilah jika Anda memutuskan untuk berbagi rahasia dengan perempuan karena, menurut sebuah penelitian, perempuan tidak bisa menjaga sebuah rahasia dalam waktu lama. Yang paling mengejutkan, penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan bisa menjaga rahasia setengah jam saja.
Para peneliti menemukan bahwa ketidakmampuan perempuan menjaga rahasia disebabkan oleh keinginan untuk bergosip, dan biasanya rahasia ini akan menyebar tidak lebih dari 32 menit setelah diceritakan. Namun, kecepatan rahasia ini beredar tergantung pada jenis rahasia yang diceritakan. Cerita yang paling banyak digosipkan adalah tentang suami, orangtua, ataupun sahabat.
Studi yang dilakukan terhadap 3.000 perempuan menemukan bahwa 1 dari 10 perempuan mengaku bahwa mereka tidak mampu menyimpan rahasia, tidak peduli seberapa pribadi atau rahasianya berita ini. Lalu, 85 persen perempuan mengatakan bahwa mereka sangat menikmati ketika mendengar gosip orang lain.
Kebalikan dengan kegembiraan si pendengar dan pencerita gosip, banyak juga perempuan yang menempatkan diri pada posisi perempuan yang merasa kepercayaannya terkhianati oleh temannya sendiri. Survei mengungkapkan bahwa hampir separuh dari mereka merasa perlu untuk menceritakan permasalahan seseorang untuk menunjukkan keprihatinan dan mencari solusi dari lain pihak. Sementara 13 persen lainnya mengatakan bahwa mereka sengaja menceritakan rahasia orang lain sebagai bahan gosip sehingga akan menyebar luas.
Dr Christine Bundy, dosen senior di bidang kesehatan dan psikologi medis di University of Manchester, mengatakan, “Perempuan perlu memutuskan apa yang harus diungkapkan, dan apa yang harus disimpan agar gosip tidak menyebar. Tempatkan diri Anda dalam posisi orang yang sudah menceritakan semua rahasianya pada Anda, dan berharap bahwa Anda bisa menjaga rahasianya tetap aman. Jika Anda mengira bila menyebarkannya kepada orang lain bisa sangat mengganggu si pencerita, maka sangat disarankan untuk merahasiakannya, terutama jika itu sangat pribadi dan penting,” tukasnya.

Perempuan merasa perlu untuk menceritakan permasalahan seseorang untuk menunjukkan keprihatinan dan mencari solusi dari lain pihak. Sementara 13 persen lainnya mengatakan bahwa mereka sengaja menceritakan rahasia orang lain sebagai bahan gosip sehingga akan menyebar luas.

sumber : perempuan jaga rahasia

Minggu, 29 Januari 2012

Buah Kiwi Padat Nutrisi

Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) kini dengan mudah dapat kita temui di supermarket kota-kota besar di Indonesia. Ciri khas kiwi adalah bentuknya agak oval dan warna kulitnya coklat berbulu sehingga tampak eksotik.

Buah Kiwi terbukti paling tinggi kandungan nutrisinya. Di balik kulit coklatnya yang berbulu, dan daging buahnya yang berwarna hijau itu memiliki kemampuan mencegah kanker.

Keunggulan buah ini terletak pada tekstur yang lembut, rasanya lezat, serta aromanya yang khas dan segar. Komposisi kimianya terdiri dari unsur-unsur gizi dan non-gizi, sangat penting bagi kesehatan.
Rendah Energi
Kandungan lemak dan energi Buah Kiwi cukup rendah sehingga buah ini merupakan salah satu buah yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang melakukan diet rendah kalori.
Kandungan energi dalam setiap 100 gram Buah Kiwi hanya 61 Kkal, atau kurang dari 40 persen jumlah energi yang terdapat pada buah pisang. Kandungan energi Buah Kiwi lebih rendah dibandingkan jeruk, orange, dan anggur, tapi sedikit lebih tinggi dibandingkan lemon, strawberi, belewah, dan pepaya.

Sebuah publikasi yang dimuat di Journal of the American College of Nutrition menunjukkan bahwa dari 27 jenis buah yang umum dikonsumsi, ternyata Buah Kiwi memiliki kepadatan nutrisi (nutrient density) paling tinggi.

Penelitian ini dilakukan oleh Dr Paul LaChance, direktur The Nutraceuticals Insitute yang juga profesor di Universitas Rutgers, Amerika Serikat.
Ukuran kepadatan nutrisi sangat umum dipakai oleh para ahli diet untuk mengukur nilai gizi bahan makanan tertentu, dibandingkan bahan makanan lain dalam porsi yang sama. Semakin tinggi kepadatan nutrisi suatu bahan makanan, semakin baik mutu bahan tersebut.
Buah Kiwi merupakan sumber asam amino arginin dan glutamat. Arginin merupakan asam amino yang bersifat vasodilator (penurun tekanan darah) dan membantu meningkatkan aliran darah. Sebagai vasodilator, arginin juga digunakan untuk mengobati gejala impotensi. Asam amino yang sama juga mencegah terjadinya plak pada dinding arteri, khususnya pada pasien angioplasty (bedah plastik pembuluh darah).
Vitamin Lengkap
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Buah Kiwi mengandung vitamin C 17 kali lebih banyak dibandingkan buah apel, dua kali lebih banyak dibandingkan jeruk, dan juga lebih banyak dibandingkan lemon.
Kandungan vitamin E pada Buah Kiwi dua kali lipat lebih banyak dibandingkan alpukat. Selain itu, buah kiwi juga mengandung vitamin B1, B2, B6, asam folat, niasin, vitamin A, dan asam pantotenat dalam jumlah yang cukup berarti.
Vitamin C dan vitamin E telah diketahui peranannya sebagai antioksidan alami yang berperan penting untuk menangkal serangan radikal bebas, penyebab penuaan sel dan pemicu timbulnya berbagai penyakit. Radikal bebas adalah atom atau molekul yang memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga bebas berikatan dengan berbagai sel dan jaringan, serta menjadi pemicu kanker, sakit jantung, dan proses penuaan dini.
Vitamin C membantu mempertahankan kondisi tubuh terhadap flu dan selesma (meningkatkan sistem kekebalan tubuh), mengurangi tingkat stres dan membantu proses penyembuhan. Vitamin ini juga berperanan penting dalam memelihara kesehatan sel-sel kulit sehingga tetap tampak bersih, berseri dan sehat.
Seperti halnya vitamin C, vitamin E juga berperan menjaga kesehatan sel-sel tubuh, memperlambat efek penuaan dan memelihara sel-sel kulit agar tetap muda, meningkatkan kesuburan, serta mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
Selain vitamin C dan E, jenis antioksidan lain yang ada dalam Buah Kiwi, gizi, nutrient density, tekstur, kalori, penelitian, journal of the american college of nutrition, lezat adalah senyawa fitokimia tertentu, seperti karoten, lutein, xanthophyll, flavonoid, dan lain-lain. Kapasitas antioksidan kiwi terhadap senyawa radikal bebas menempati posisi ketiga tertinggi setelah orange dan anggur merah.
Tinggi Mineral
Sebagaimana buah lainnya, Buah Kiwi adalah sumber mineral yang sangat diperlukan untuk mempertahankan stamina. Buah Kiwi mengandung elektrolit (mineral) yang sangat penting untuk pergantian kehilangan elektrolit tubuh akibat keluarnya keringat selama kerja keras, olahraga, atau cuaca panas.
Mineral utama yang terkandung dalam Buah Kiwi adalah kalium (potasium), magnesium, kalsium, tembaga, seng, mangan, dan fosfor. Kandungan kalium pada Buah Kiwi adalah 5,4 mg/kalori, lebih tinggi dibandingkan pisang (4,2 mg/kalori), dan sedikit lebih rendah dibandingkan pepaya (6,6 mg/kalori) dan apricot (6,2 mg/kalori).
Kalium penting untuk menjaga fungsi otot dan gerak reflek sistem saraf. Kalium juga berperan menjaga keseimbangan air di dalam tubuh. Itu sebabnya para olahragawan dan pekerja berat sangat dianjurkan mengonsumsi cukup kalium.
Kalium juga diyakini sebagai mineral penurun tekanan darah tinggi. Di lain pihak, kiwi hampir tidak mengandung unsur natrium, yang oleh sebagian peneliti diakui sebagai pemicu terjadinya tekanan darah tinggi.
Dari 27 jenis buah yang umum dikonsumsi di Amerika, Buah Kiwilah yang paling tinggi kadar magnesiumnya. Rendahnya konsumsi magnesium dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung, infark miokard, dan hipertensi.
Sumber : buah kiwi padat nutrisi

Selasa, 13 Desember 2011

Spons Pencuci Piring Bisa Membawa Penyakit

Spons cuci piring termasuk dalam gudang kuman yang bisa menularkan penyakit. Kebanyakan ibu rumah tangga sudah merasa cukup untuk mencuci spons pencuci piring dengan air setelah dipakai dan menggantinya dengan yang baru sebulan sekali.

Dalam sebuah studi mengenai kebersihan dapur di Singapura terungkap bahwa 88 persen Spons pencuci piring yang dites mengandung bakteri salmonella dan Escherichia coli (E.coli).
Pemakaian Spons berulang kali untuk membersihkan alat makan, bahkan mencuci sink (tempat cuci piring), menyebabkan Spons menjadi tempat yang nyaman bagi berkumpulnya kuman.
“Spons juga umumnya berada di lingkungan yang lembab dan basah karena semalaman direndam dalam cairan sabun. Ini adalah lingkungan yang kondusif bagi perkembangbiakan kuman,” kata Dr.Emily Cheah, ahli mikrobiologi.
Dalam penelitian yang dilakukannya, para peneliti membagikan Spons pencuci piring dan talenan baru kepada 25 rumah tangga untuk dipakai selama 7 hari. Kemudian setelah itu spons dan talenan tersebut dikumpulkan dan diperiksa.
Dalam studi yang dilakukan di bulan September 2011 itu ditemukan 72 persen rumah tangga menggunakan spons yang sama untuk mencuci piring dan membersihkan area tempat cuci piring dan talenan.
Menurut Cheah, kebiasaan tersebut akan meningkatkan risiko kontaminasi silang karena terjadi kontak dengan alat yang dipakai untuk menyiapkan daging.
Keberadaan bakteri ini sangat memungkinkan terjadinya kontaminasi pada perabot yang dicuci. Risiko kontaminasi meningkat jika alat makan dicampur dengan alat untuk mengolah daging, seperti pisau atau telenan. Kuman dari daging bisa menempel ke peralatan lain. Itu masih ditambah bakteri dari spon. Baiknya, pakai telenan yang berbeda dalam mengolah daging dan sayuran. Bahayanya, saat tubuh ikut terkontaminasi kuman, maka menimbulkan penyakit seiring dengan menurunkan kekebalan tubuh.
“Bila satu Spons dipakai untuk segala keperluan risiko kontaminasi bakteri akan meningkat. Ini beresiko tinggi pada orang yang kekebalannya rendah seperti anak-anak dan orang lanjut usia,” katanya.

Para ahli merekomendasikan agar Spons diganti setiap dua minggu sekali. Untuk mencegah kontaminasi bakteri yang berasal dari daging mentah, disarankan untuk menggunakan talenan yang berbeda dengan yang dipakai untuk mengolah sayuran atau makanan matang.

Selain mengganti secara berkala, dianjurkan juga untuk mengeringkan Spons di bawah sinar matahari atau dalam microwave setelah tidak dipakai lagi.

Virus HIV Dan Senyawa Pembunuhnya Telah Ditemukan

Zhilei Chen, asisten profesor di A&M University di Texas yang berkolaborasi dengan Scripps Research Institute, menghasilkan penelitian besar dengan menemukan senyawa PD 404,182 yang bisa membunuh virus HIV, penyebab AIDS.
Penemuannya dipublikasikan di jurnal American Society of Microbiology bulan ini. “Ini adalah senyawa kecil bersifat virusidal, artinya punya kemampuan membunuh virus, dalam hal ini adalah virus HIV. Pada dasarnya, virus HIV ini bekerja dengan membuka virus,” kata Chen seperti dikutip Medical Xpress.

“Kami menemukan ketika virus HIV kontak dengan senyawa ini, virus itu rusak dan kehilangan material genetik. Dalam hal ini, virus ‘terlarut’ dan RNA-nya (material genetikvirus HIV) terpapar. Karena RNA tak stabil, sekali terpapar akan hilang dengan cepat dan virus tak bisa menginfeksi,” tambah Chen.

Hal yang lebih mengejutkan, senyawa ini bekerja langsung menyerang bagian dalam virus, bukan protein pada bagian dinding kapsulnya. Ini kabar bagus sebab dengan demikian, virus sulit untuk berevolusi mengembangkan resistensi.
Penemuan bahwa senyawa ini bisa membunuh virus HIV sebenarnya tak sengaja. Mulanya, Chen hendak menguji keefektifan PD 404,182 untuk melawan virus Hepatitis C. Tapi setelah mencobanya pada virus HIV, ternyata senyawa itu bekerja lebih efektif.
Dengan penemuan ini, Chen yakin bahwa senyawa tersebut bisa dikembangkan untuk upaya preventif, misalnya dalam bentuk gel vagina yang berguna mencegah infeksi virus HIV lewat hubungan seksual. Chen membuktikan bahwa ketika kontak dengan cairan vagina, senyawa ini akan tetap efektif.
Karena menyerang bagian dalam kapsul virus, bukan membrannya, Chen juga yakin senyawa ini aman dipakai manusia.
Mayoritas senyawa virusidal bekerja pada membran luar kapsul virus yang karakteristiknya hampir serupa dengan membran sel manusia sehingga bisa merusak.

Virus HIV Dan Senyawa Pembunuhnya yangpenemuannya sebenarnya tak sengaja. Mulanya, Chen hendak menguji keefektifan PD 404,182 untuk melawan virus Hepatitis C. Tapi setelah mencobanya pada virus HIV, ternyata senyawa itu bekerja lebih efektif untuk membunuh virus HIV.

sumber : Virus HIV Dan Senyawa Pembunuhnya Telah Ditemukanhttp://artinya.info/2011/11/senyawa-pembunuh-virus-hiv-ditemukan.html

Senin, 12 Desember 2011

Jahe Dapat Mengurangi Risiko Kanker Kolorektal

Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman obat asli Asia dari rumpun batang semu. Manfaat Jahe yang sangat baik bagi kesehatan membuat tanaman ini terkenal hingga ke India, Jamaika, Australia, Cina, dan hampir di seluruh penjuru dunia.

Selain sebagai campuran bumbu untuk masakan dan berkhasiat untuk menghangatkan tubuh, Di balik rasanya yang pedas, Jahe banyak mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia.

Jahe bisa mengurangi peradangan usus dan membantu mengurangi risiko kanker kolorektal, menurut sebuah studi baru. Para peneliti menemukan bahwa peserta studi yang mengonsumsi suplemen Jahe mengalami penurunan 28 persen dalam satu ukuran peradangan kolorektal jika dibandingkan dengan mereka yang meminum plasebo.

Penelitian ini juga telah menunjukkan bahwa orang dengan tingkat peradangan pada dubur yang lebih tinggi lebih mungkin untuk mengembangkan lesi yang dapat berkembang menjadi kanker.
Namun, para peneliti mencatat bahwa studi ini masil berskala kecil karena hanya melibatkan 30 peserta. Maka itu, penelitian lebih lanjut diperlukan guna mengetahui manfat Jahe pada risiko kanker. “Tapi hasil ini terlihat menjanjikan,” kata Patricia Thompson, seorang profesor kedokteran seluler dan molekuler di University of Arizona Cancer Center, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, seperti dikutip dari Fox News.
Sementara itu, Suzanna Zick, asisten peneliti dari University of Michigan Medical School mengatakan bahwa diperlukan percobaan yang lebih besar untuk menguatkan temuan studinya dan menjawab sejumlah pertanyaan.
Secara khusus, penelitian di masa depan diperlukan untuk mengetahui bagaimana Jahe dapat mengurangi kadar PGE2 pada dubur. Jika Jahe mampu bertindak untuk mengurangi peradangan dengan cara yang sama seperti halnya obat COX-2 inhibitor, berarti juga dapat berbagi manfaat dalam menemukan obat bagi mereka yang berisiko tinggi mengidap penyakit kardiovaskular.
“Kami juga tidak tahu berapa banyak Jahe yang dibutuhkan seseorang untuk mengurangi risiko kanker mereka,” Dalam studi tersebut, para peneliti merekomendasikan 2 gram ekstrak Jahe yang setara dengan sekitar 20 gram Jahe mentah karena uji coba terakhir menunjukkan bahwa dosis itu paling sesuai untuk orang sehat. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Cancer Prevention Research.
Sumber : jahe dapat mengurangi risiko kanker kolorektalhttp://artinya.info/category/kesehatan/page/2