Tampilkan postingan dengan label kafein. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kafein. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

Teh Pilihan Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Anda

Teh merupakan salah satu jenis minuman dengan banyak manfaat. Kandungan antioksidannya diyakini mampu meningkatkan kekebalan tubuh, dan melawan penuaan dini. Kandungan kafeinnya memberi banyak manfaat kesehatan, seperti mengurangi risiko penyakit diabetes, atau meningkatkan daya ingat. Untuk mendapatkan manfaatnya sesuai kebutuhan tubuh.

Sebaiknya Anda Mengenal Jenis-Jenis Teh Yang Biasa Anda Temukan.

Menurunkan kolesterol: Teh hitam
Teh hitam  ini tergolong jenis yang paling umum, dan merupakan 75 persen konsumsi teh di seluruh dunia. Teh ini digulung dan difermentasikan, lalu dikeringkan dan ditumbuk. Citarasanya sedikit lebih pahit dan memiliki kandungan kafein yang tertinggi, yaitu sekitar 40 mg per cangkir. Bandingkan dengan secangkir kopi yang mengandung 50-100 mg kafein. Jadi, kalau kopi terlalu berat untuk Anda, coba lawan kantuk Anda dengan teh hitam.
Teh hitam juga memiliki konsentrasi antioksidan yang tinggi, yang dikenal sebagai theaflavins dan thearubigins. Senyawa ini diperkirakan mampu menurunkan kadar kolesterol, demikian menurut  Rebecca Baer, pakar diet di New York City. Orang yang minum tiga cangkir teh hitam atau lebih setiap hari kemungkinan bisa menurunkan risiko stroke hingga 21 persen.
Menurunkan risiko penyakit jantung: Teh hijau
Tak suka teh hitam? Silakan coba teh hijau, karena ini memiliki citarasa yang lebih enak dari pada teh hitam. Setelah dipetik, daunnya langsung dikeringkan dan dipanaskan, sehingga menghentikan proses fermentasinya. Dalam secangkir, kandungan kafeinnya 25 mg.
Teh hijau penuh dengan kandungan antioksidan bernama katekin, bagian dari kelompok yang disebut EGCG. Senyawa ini mampu melawan segala sesuatu, dari kanker hingga penyakit jantung, kata Karen Collins, penasihat nutrisi di American Institute for Cancer Research, di Washington, DC. Sebuah studi menunjukkan bahwa secangkir tea hijau sehari dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 10 persen.
Menurunkan berat badan: Teh oolong
Mirip dengan teh hitam, namun difermentasikan dalam waktu yang lebih singkat, sehingga memberikan rasa yang lebih kaya. Oolong juga mampu membantu proses penurunan berat badan. “Oolong mengaktifkan enzim yang berfungsi menghancurkan trigliserida, bentuk lemak diet yang tersimpan di dalam sel-sel lemak,” ujar Baer.
Untuk menurunkan berat badan, orang juga cenderung mengonsumsi tea hijau. Padahal, perempuan yang meminum tea oolong akan membakar lebih banyak kalori dalam periode dua jam, daripada yang hanya minum air putih. Oolong juga mengandung kafein dalam jumlah yang lebih rendah, yaitu 30 mg per cangkir.
Melawan diabetes: Teh putih
Daun dipetik saat masih sangat muda, sehingga teh putih memiliki citarasa yang paling ringan daripada jenis lainnya. Kafeinnya pun paling rendah, sekitar 15 mg per cangkir. Teh tubruk mungkin juga mengandung antioksidan lebih banyak daripada teh celup, karena daunnya mengalami pemrosesan lebih singkat.
Teh putih juga mempunyai manfaat pelawan kanker dan penyakit kardiovaskular. Beberapa penelitian menyatakan bahwa jenis ini juga bermanfaat untuk pengidap diabetes.  Jurnal Phytomedicine menuliskan bahwa mengonsumsi tea putih dapat memperbaiki toleransi glukosa dan pengurangan kolesterol jahat.
Rileksasi, pereda mulas, dan lain-lain: Teh herbal
Sebenarnya, teh herbal bukanlah teh karena yang digunakan adalah kombinasi buah-buahan kering, bunga, dan tumbuh-tumbuhan bumbu lainnya. Makanya, teh herbal tidak mengandung kafein.
Sebuah studi yang dimuat di Journal of Nutrition mendapati bahwa minum tiga cangkir teh hibiscus (kembang sepatu) setiap hari dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Teh chamomile bisa membuat Anda rileks dan mudah terlelap, sedangkan teh peppermint sanggup menenangkan perut yang bergolak karena makanan yang Anda konsumsi.
Hindari teh herbal yang digunakan untuk menurunkan berat badan, karena kemungkinan mengandung bahan laksatif (bahan pencahar) yang berbahaya.
Sebagai minuman penyegaran: Flavored tea
Teh hitam, hijau, atau putih, bisa menjadi lebih beraroma dengan tambahan kayu manis, jeruk, atau lavender. Jenis ini memiliki kadar antioksidan dan manfaat kesehatan yang sama seperti yang tidak beraroma.

Teh yang ditambah dengan aroma buah-buahan super, seperti blueberry, bisa jadi mengandung lebih banyak antioksidan, demikian menurut Lisa Boalt Richardson, pakar teh dan penulis buku The World in Your Teacup. Agar manfaatnya maksimal, tak usah menambahkan gula ke cangkir teh Anda.

sumber : teh pilihanhttp://artinya.info/2011/11/teh-pilihan-yang-sesuai-dengan-kebutuhan-anda.html

Senin, 06 Februari 2012

Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi oleh orang di dunia saat ini. Secangkir kopi, biasanya selalu menjadi minuman utama dalam keadaan santai ataupun di kala sedang menangani pekerjaan sehari-hari, dan juga menjadi menu utama dalam rapat-rapat atau pertemuan bisnis. Sejumlah besar wanita, baik yang berprofesi sebagai pengusaha, artis, pedagang, dikarenakan kebutuhan pekerjaan dan pergaulan sosial, juga mulai gemar dengan minuman itu. Namun, kalangan kedokteran memperingatkan bahwa tidak baik minum kopi berlebihan bagi wanita. Kopi yang dikomsumsi dipagi hari ternyata tidak sebatas membuat orang yang mengkonsumsinya terjaga saja. Kopi menyimpan kebaikan lain bagi kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan, 4 gelas kopi per hari bagi wanita berarti mengurangi risiko depresi seperlima kali. Sementara konsumsi kopi 1-2 cangkir per hari mengurangi risiko hingga 15 persen. Riset yang dilakukan di Universitas Harvard ini melibatkan sekitar 51 ribu wanita selama 10 tahun. Diperkirakan, kandungan kafein bekerja seperti obat antidepresan, yang bekerja dengan menghambat produksi hormon tertentu, seperti serotonin. Kafein juga punya kekuatan untuk mendorong semangat baik dan memberi kita energi untuk waktu yang cukup lama. Periset juga mencatat jumlah konsumsi teh, cokelat, alkohol, serta waktu olahraga para responden. Ditemukan, kopi memiliki pengaruh mengurangi depresi yang cukup kuat, tetapi variasi kopi tanpa kafein tidak bekerja seperti itu. Tidak dijelaskan secara detail jenis kopi seperti apa yang memiliki fungsi ini. “Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menegaskan penemuan ini dan untuk memastikan apakah kopi berkafein yang dijual bebas memang bisa membantu mencegah depresi,” tegas dr Michel Lucas dari Harvard School of Public Health di Boston. Tahun lalu, studi yang dilangsungkan di Finlandia mengungkap, pria yang mengkonsumsi setidaknya 4 cangkir per hari berisiko rendah mengalami depresi. Sementara 1 dari 7 wanita, dikabarkan akan mengalami depresi di suatu titik dalam hidupnya. Sudah diketahui, minuman tersebut menjaga tubuh jauh dari penyakit, termasuk kanker prostat, asam urat, dan Alzheimer, termasuk membantu kesehatan otak. Namun, tak seluruhnya baik, karena kopi diketahui juga bisa berdampak buruk bagi wanita jika dikonsumsi terlalu banyak. Kopi diketahui tak baik bagi penderita darah tinggi, penderita masalah jantung, dan ibu hamil. Sumber : Kopi Bagi Wanita

Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi oleh orang di dunia saat ini. Secangkir kopi, biasanya selalu menjadi minuman utama dalam keadaan santai ataupun di kala sedang menangani pekerjaan sehari-hari, dan juga menjadi menu utama dalam rapat-rapat atau pertemuan bisnis.
Sejumlah besar wanita, baik yang berprofesi sebagai pengusaha, artis, pedagang, dikarenakan kebutuhan pekerjaan dan pergaulan sosial, juga mulai gemar dengan minuman itu. Namun, kalangan kedokteran memperingatkan bahwa tidak baik minum kopi berlebihan bagi wanita.
Kopi yang dikomsumsi dipagi hari ternyata tidak sebatas membuat orang yang mengkonsumsinya terjaga saja. Kopi menyimpan kebaikan lain bagi kesehatan.

Hasil penelitian menunjukkan, 4 gelas kopi per hari bagi wanita berarti mengurangi risiko depresi seperlima kali.

Sementara konsumsi kopi 1-2 cangkir per hari mengurangi risiko hingga 15 persen.
Riset yang dilakukan di Universitas Harvard ini melibatkan sekitar 51 ribu wanita selama 10 tahun.
Diperkirakan, kandungan kafein bekerja seperti obat antidepresan, yang bekerja dengan menghambat produksi hormon tertentu, seperti serotonin.
Kafein juga punya kekuatan untuk mendorong semangat baik dan memberi kita energi untuk waktu yang cukup lama.
Periset juga mencatat jumlah konsumsi teh, cokelat, alkohol, serta waktu olahraga para responden. Ditemukan, kopi memiliki pengaruh mengurangi depresi yang cukup kuat, tetapi variasi kopi tanpa kafein tidak bekerja seperti itu.
Tidak dijelaskan secara detail jenis kopi seperti apa yang memiliki fungsi ini.
“Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menegaskan penemuan ini dan untuk memastikan apakah kopi berkafein yang dijual bebas memang bisa membantu mencegah depresi,” tegas dr Michel Lucas dari Harvard School of Public Health di Boston.
Tahun lalu, studi yang dilangsungkan di Finlandia mengungkap, pria yang mengkonsumsi setidaknya 4 cangkir per hari berisiko rendah mengalami depresi.
Sementara 1 dari 7 wanita, dikabarkan akan mengalami depresi di suatu titik dalam hidupnya.
Sudah diketahui, minuman tersebut menjaga tubuh jauh dari penyakit, termasuk kanker prostat, asam urat, dan Alzheimer, termasuk membantu kesehatan otak.

Namun, tak seluruhnya baik, karena kopi diketahui juga bisa berdampak buruk bagi wanita jika dikonsumsi terlalu banyak. Kopi diketahui tak baik bagi penderita darah tinggi, penderita masalah jantung, dan ibu hamil.

Sumber : Kopi Bagi Wanitahttp://artinya.info/2011/11/kopi-dan-manfaat-bagi-wanita-yang-mengkonsumsinya.html

Selasa, 13 Desember 2011

Teh Juga Baik Untuk Sel Otak

Teh ternyata tak hanya baik dalam menjaga kesehatan pembuluh darah Anda. Para ahli dari Singapura baru-baru ini melaporkan bahwa minuman dari pucuk daun alami ini juga sangat bermanfaat bagi otak yakni dapat memperlambat proses degenerasi sel-sel serta menjaga pikiran Anda tetap tajam menjelang usia senja.

Professor Ng Tze Pin dari Departemen Kedokteran Psikologi Universitas Nasional Singapura, seperti dilaporkan The Sunday Times telah merampungkan penelitian selama empat tahun untuk mengungkap manfaat dan kebaikan Teh bagi otak.
¨Setiap jenis Teh dapat memberikan manfaat. Teh itu murah, tidak beracun dan dikonsumsi secara luas,” ungkap Ng .
Bersama timnya, Ng menemukan bahwa senyawa alami dalam Teh yang disebut catechins, dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat  akumulasi protein yang berlangsung selama bertahun-tahun. Dampak proteksi yang dihasilkan dari kebisaaan meminum Teh ini diyakini mampu memelihara kemampuan kognitif otak.
Peneliti menambahkan , kandungan kafein dalam Teh, tidak seperti dalam kopi, mengandung sejenis protein alami yang disebut theanine.  Zat in dapat meredam  efek samping yang normal dari kafein seperti peningkatan tensi darah, sakit kepala dan kelelahan.
Degenerasi sel-sel otak, yang disebabkan oleh kombinasi hilangnya sel-sel syaraf, predisposisi gen-gen, stroke ringan dan meningkatnya kadar protein yang merugikan, seringkali mengakibatkan timbulnya penyakit kepikunan atau demensia.
Untuk sampai pada kesimpulan, para peneliti menggelar riset dengan cara  memantau kebiasaan meminum Teh sekitar 2.501 partisipan keturunan China berusia 55 tahun. Riset ini digelar mulai September 2003 hingga Desember 2005.
Dalam riset ini, kesehatan partisipan, rentang perhatian, penggunaan bahasa, penglihatan dan and kemampuan spasial dipantau. Konsumsi  teh mereka juga terus dimonitor.
Dari data penelitian terungkap, sekitar 38 persen partisipan tidak meminum teh.  Sekitar 29 persen lainnya hanya meminum sejenis teh sedangkan sisanya mengonsumsi teh dengan berbagai jenis.
Di hasil  riset terungkap bahwa dua pertiga peminum teh mampu mempertahankan skor atau nilai mereka dalam dua kali tes daya ingat dalam selang dua tahun.  Di  antara partisipan yang tak meminum teh, 35 persen menunjukkan penurunan nilai atau skor dengan rata-rata sekitat dua poin.  Penurunan ini menurut peneliti merupakan tanda signifikan dari memburuknya kemampua kognitif.

Menurut peneliti, Teh adalah salah satu faktor pembeda yang membuat sel-sel otak tetap aktif dan bertenaga.

Meminum Teh, tanpa didukung kebiasaan sehat lainnya, sebenarnya tidak akan mendatangkan manfaat . “Ini berarti Anda harus memiliki kebiasaan yang sehat sepanjang hidup dan diet yang seimbang,” Ungkap Ng.

Minggu, 11 Desember 2011

Kopi Dan Manfaat Bagi Wanita Yang Mengkonsumsinya

Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi oleh orang di dunia saat ini. Secangkir kopi, biasanya selalu menjadi minuman utama dalam keadaan santai ataupun di kala sedang menangani pekerjaan sehari-hari, dan juga menjadi menu utama dalam rapat-rapat atau pertemuan bisnis.
Sejumlah besar wanita, baik yang berprofesi sebagai pengusaha, artis, pedagang, dikarenakan kebutuhan pekerjaan dan pergaulan sosial, juga mulai gemar dengan minuman itu. Namun, kalangan kedokteran memperingatkan bahwa tidak baik minum kopi berlebihan bagi wanita.
Kopi yang dikomsumsi dipagi hari ternyata tidak sebatas membuat orang yang mengkonsumsinya terjaga saja. Kopi menyimpan kebaikan lain bagi kesehatan.

Hasil penelitian menunjukkan, 4 gelas kopi per hari bagi wanita berarti mengurangi risiko depresi seperlima kali.

Sementara konsumsi kopi 1-2 cangkir per hari mengurangi risiko hingga 15 persen.
Riset yang dilakukan di Universitas Harvard ini melibatkan sekitar 51 ribu wanita selama 10 tahun.
Diperkirakan, kandungan kafein bekerja seperti obat antidepresan, yang bekerja dengan menghambat produksi hormon tertentu, seperti serotonin.
Kafein juga punya kekuatan untuk mendorong semangat baik dan memberi kita energi untuk waktu yang cukup lama.
Periset juga mencatat jumlah konsumsi teh, cokelat, alkohol, serta waktu olahraga para responden. Ditemukan, kopi memiliki pengaruh mengurangi depresi yang cukup kuat, tetapi variasi kopi tanpa kafein tidak bekerja seperti itu.
Tidak dijelaskan secara detail jenis kopi seperti apa yang memiliki fungsi ini.
“Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menegaskan penemuan ini dan untuk memastikan apakah kopi berkafein yang dijual bebas memang bisa membantu mencegah depresi,” tegas dr Michel Lucas dari Harvard School of Public Health di Boston.
Tahun lalu, studi yang dilangsungkan di Finlandia mengungkap, pria yang mengkonsumsi setidaknya 4 cangkir per hari berisiko rendah mengalami depresi.
Sementara 1 dari 7 wanita, dikabarkan akan mengalami depresi di suatu titik dalam hidupnya.
Sudah diketahui, minuman tersebut menjaga tubuh jauh dari penyakit, termasuk kanker prostat, asam urat, dan Alzheimer, termasuk membantu kesehatan otak.

Namun, tak seluruhnya baik, karena kopi diketahui juga bisa berdampak buruk bagi wanita jika dikonsumsi terlalu banyak. Kopi diketahui tak baik bagi penderita darah tinggi, penderita masalah jantung, dan ibu hamil.