Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

Teman yang Bisa Bahayakan Hubungan Cinta

Teman yang banyak memang menyenangkan. Namun hati-hati, karena ada beberapa tipe teman yang bisa berikan pengaruh buruk pada kehidupan percintaan Anda. Simak empat tipe teman yang bisa menyebabkan retaknya hubungan Anda dan pasangan, seperti yang dikutip dari msn.

1. Teman Pembenci Status ‘In Relationship’

Sejak Anda memiliki kekasih, teman Anda yang satu ini selalu memutar bola matanya tiap kali Anda bercerita tentang kehidupan percintaan. Bahka tak jarang, ia memberikan komentar negatif mengenai pasangan. Untuk menghadapi teman yang satu ini, sebaiknya Anda tidak menceritakan masalah percintaan dengannya, karena komentar negatifnya hanya akan memperburuk keadaan.

2. Sang Ibu Baru

Salah satu teman baik Anda sekarang sudah menyandang status sebagai ibu. Sekarang apapun yang ia bicarakan selalu berkaitan dengan bayi dan keperluannya. Dia begitu tergila-gila dengan status barunya ini, ditambah ia tidak berhenti menanyakan kapan Anda mulai mencoba ‘program punya anak’. Padahal Anda dan pasangan belum kunjung rencanakan pernikahan.
Apabila Anda terus mendengar hal-hal yang dibicarakan teman ini, bisa jadi Anda mulai mengkhawatirkan keadaan percintaan dan mengambil keputusan terlalu dini. Jika menikah dan memiliki bayi bukanlah prioritas Anda saat ini, jangan biarkan siapapun menekan Anda.

3. Cinta Lama

Sebelum bertemu dengan pasangan, Anda sempat menjalin hubungan yang menyenangkan dengan salah satu pria di sekolah dulu. Lalu tiba-tiba saja ia kembali menghubungi dan Anda tidak bisa untuk tidak tersenyum saat berbicara dengannya. Kondisi seperti ini membuat Anda memikirkan masa lalu dan berharap bisa kembali ke masa itu. Sebaiknya, sudahi saja semua hal yang berhubungan dengan cinta lama, karena hal sangat berpotensi meretakkan hubungan Anda dan pasangan.

4. Si Gila Pesta

Pada masa sekolah atau kuliah, Anda punya sahabat yang sangat gila pesta. Bahkan ketika Anda sudah sibuk dengan kehidupan baru, dia masih berkutat dengan acara clubbing tiap malam. Ada baiknya, Anda menjaga jarak dengan teman seperti ini karena bukan tak mungkin imej ‘liar’nya dapat mempengaruhi penilaian pasangan pada diri Anda. Apalagi jika sang kekasih adalah orang baru dikenal.
sumber : Teman yang Bisa Bahayakan Hubungan Cintahttp://artinya.info/category/cinta

Selasa, 13 Desember 2011

Menikah Butuh Berapa Lama Berpacaran ?

Menikah ? banyak wanita yang menanyakan butuh waktu berapa lama berpacaran hingga akhirnya dilamar. Tentu untuk masuk kejenjang yang lebih serius itu tidak dalam waktu satu atau dua bulan berpacaran, melainkan butuh
waktu yang cukup panjang untuk bisa saling mengenal.
Banyak wanita yang merasa mereka telah menemukan pasangan yang tepat dan mapan, namun hingga saat ini sang kekasih belum juga melamarnya. Bahkan mereka yang sudah menjalin hubungan selama bertahun-tahun, belum juga ada tanda-tanda kekasih ingin menikahi mereka.

Sebenarnya tidak masalah menunggu hingga akhirnya dilamar, asalkan sudah saling berkomitmen. Pertanyaannya, sebenarnya berapa lama ideal berpacaran sebelum akhirnya menikah.

Menurut Heather Setrakian, seorang ahli pernikahan dan penulis tentang hubungan di situs Your Tango menyatakan, tidak banyak penelitian tentang panjangnya waktu pacaran sebelum menikah. Beberapa dekade lalu waktu pacaran berkisar 6 – 14 bulan. Menurut Ted Huston, seorang peneliti terkenal mengatakan adanya transisi dalam hubungan. Dalam penelitiannya, ia menyatakan pasangan bahagiamenikah setelah mereka berhubungan selama 25 bulan.
Ada juga pasangan yang tidak bahagia. Pasangan yang tidak bahagia dibagi dalam dua grup. Pasangan yang tidak bahagia grup pertama termasuk dalam golongan yang cepat bercerai kurang atau lebih dari tiga tahun. Grup kedua adalah, mereka yang tunangan setelah 9 bulan pacaran dan menikah setelah 18 bulan. Pasangan ini biasanya sampai di ulang tahun pernikahan yang ke-7 sebelum bercerai.

Menikah setalah 2,8 tahun pacaran ini rata-rata pasangan dalam penelitian Heather . Hal tersebut mencerminkan kecenderungan yang tumbuh dalam penundaan pernikahan.

Wes Moore, seorang advokat muda dan penulis buku laris ‘Other Wes Moore’ memberikan alasan mengapa banyak pria modern saat ini menunda pernikahan. Moore menemukan banyak wanita sekarang mencari pria yang berpendidikan tinggi, memiliki pekerjaan baik, sopan dan siap untuk menjadi suami. Sayangnya jumlah pria yang banyak wanita impikan itu semakin rendah, karena banyak pria merasa mereka tidak cukup baik dan mapan untuk seorang wanita.

Ada lima alasan lain yang membuat pria belum mau melamar untuk menikah. Ini dia lima alasan tersebut, seperti dilansir dari MSN.

1. Masih Ingin Fokus pada KarirnyaTidak sedikit pria yang lebih memfokuskan dirinya pada pekerjaan sedangkan wanita fokus pada status hubungan agar dapat menikah dengan pacarnya. Menurut Lisa Daily, penulis buku ‘How to Date Like a Grown-Up’, kebanyakan pria ingin merasa aman mengenai prospek karir dan keuangan sebelum akhirnya meminta seorang wanita menjadi istrinya / menikah nya.
2. Takut Merasa Bosan setelah menikahSama seperti halnya wanita, pria pun menyukai segala hal yang baru dan misterius. “Banyak pria yang sadar bahwa dia akan hidup lama sekitar 50 hingga 55 tahun dengan wanita yang sama tiap tahunnya,” ujar Rizki, 26 tahun.
3. Takut Jika Harus Menyerah pada Mimpinya“Hal yang paling menakutkan adalah melupakan semua mimpi saya. Saya melihat teman-teman saya menikah, membeli rumah, punya anak dan akhirnya melepaskan impian mereka,” ujar Nuno, 31 tahun.
4. Belum Mampu Membeli Cincin“Pacar saya inginkan cincin yang minimal terbuat dari 1 karat berlian untuk cincin saat kami menikah. Saya mulai mencoba mencari pekerjaan baru karena tidak mungkin dengan penghasilan saya sekarang dan yang paling buruk, ia tidak akan selamanya ada di sisi saya,” jelas Ichsan, 28 tahun.
5. Takut dengan menikah Bisa Mengubah Anda“Banyak orang yang mengatakan bahwa wanita akan berubah setelah dia menikah dan kebahagiaan Anda dengannya akan segera hilang bersamaan dengan berakhirnya bulan madu setelah menikah. Wanita akan memiliki penampilan buruk dan banyak melarang,” kata Andika, 28 tahun.

Menikah Dan Alasan Pasangan Tak Kunjung Melamar

Menikah kata yang terlintas setelah menjalin hubungan sekian lama dengan si dia, rasanya tak salah jika Anda berharap si dia akan mengajak Anda menikah. Satu-satunya masalah adalah terkadang pria membuat Anda terlalu lama menunggu sampai ia meminta Anda menikah dengannya. Ketika Anda sudah siap untuk memasuki jenjang selanjutnya, namun ia belum juga tergerak dan untuk mengajak Anda menikah, mungkin Anda bisa melihat alasan di balik itu semua.

1. Fobia

Mungkin tak ada yang perlu ia khawatirkan ketika meminta Anda menjadi kekasihnya. Namun menikah merupakan persoalan lain buatnya. Pernikahan yang hakekatnya seumur hidup seringkali membuatnya ketakutan, karena pernikahan merupakan puncak dari komitmen. Kekhawatiran tersebut bukan karena ia tak sungguh-sungguh mencintai Anda, melainkan akibat rasa takut yang sifatnya sementara. Masih ada kemungkinan ia akan berubah pikiran.
Meski demikian, seringkali perempuan menjadi terlalu lelah menunggu dan pada akhirnya berpikir bahwa Anda sudah tak menyukainya lagi. Namun, komitmen yang kuat akan membantu mengatasi hal ini. Ajak ia berbicara, dan tanyakan apa yang menjadi ketakutannya. Tunjukkan padanya bahwa Anda berkomitmen untuk berbagi cinta satu sama lain sehingga waktu pun bisa dilewati.

2. Hilang kebebasan setelah menikah

Banyak pria yang takut untuk menikah karena bayang-bayang kegagalan pernikahan yang seringkali mereka lihat di televisi, atau dari pengalaman orangtua dan teman-temannya. Kadang mereka merasa takut dikendalikan oleh istri mereka, sehingga mereka tidak akan bebas melakukan apapun. Wajar bila ia mengkhawatirkannya, karena tidak ada seorang pun yang mau berada dalam pernikahan dimana ada salah satu orang yang mengontrol orang lainnya. Untuk mengatasinya, katakan kepada si dia tentang impian pernikahan Anda dan juga keluarga yang ingin Anda bina bersamanya.

3. Takut bercerai

Banyak pasangan muda yang ternyata tidak sanggup memegang teguh komitmen mereka, sehingga akhirnya memutuskan untuk bercerai. Dan, pasangan menganggap bahwa perceraian bisa saja terjadi ketika Anda berdua menikah. Komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam hubungan yang sehat. Bicaralah tentang masalah perceraian ini, dan katakan bahwa ia tak perlu khawatir akan hal ini. Jika Anda bisa membangun komunikasi yang baik, memiliki rasa saling percaya, saling pengertian, dan saling berkomitmen dengan kehidupan perkawinan Anda, untuk apa memikirkan tentang perceraian?

4. Belum siap untuk menikah

Kualitas dan mental diri sebelum masuk ke gerbang pernikahan memang sangat diperlukan. Waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan diri bagi setiap orang pun berbeda-beda. Pria membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mempersiapkan kualitas diri dan mental untuk menikah dibanding dengan perempuan.

5. Ia memang tak mau menikah Dengan Anda

Ketika ia lama tak meminta Anda menikah dengannya, maka kemungkinan ia merasa sudah nyaman dengan keadaannya saat ini, dan tidak ingin mengubahnya. Ia percaya bahwa menikah bisa mengubah kebiasaan-kebiasaannya, nilai-nilainya, boleh dibilang seluruh hidupnya, sehingga ia tak mau melakukannya. Satu pertanda yang bisa Anda lihat dari perbuatannya ketika ia kerap mengalihkan pertanyaan Anda tentang pernikahan. Ketika kejadian ini sudah seringkali terjadi, maka sebaiknya Anda memutuskan untuk tetap bersamanya atau tidak.

menikah dapat menumbuhkan rasa cinta adalah bahwa, ketika Anda berhenti mencintai dia, atau dia berhenti mencintai Anda, pernikahan membuat Anda bersama-sama sampai Anda saling jatuh cinta lagi.

sumber : Menikah Dan Alasan Pasangan Tak Kunjung Melamarhttp://artinya.info/2011/12/menikah-dan-alasan-pasangan-tak-kunjung-melamar.html