Senin, 26 Desember 2011

Bersih Ala Mal Premium Jakarta


Bersih adalah Gaya hidup sehat yang ditentukan kebiasaan hidup . Seperti apa konsistensi Anda menjalani gaya hidup bersih? Jika kebiasaan hidup bersih di rumah sudah dijalankan dengan baik, lantas bagaimana jika Anda tengah berada di area publik seperti di mal?
Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sulit diaplikasikan secara konsisten jika tak didukung ketersediaan tempat sampah yang memadai di ruang publik. Alhasil, boleh jadi Anda sering membawa pulang sampah ke rumah lantaran tak tersedianya bak sampah di fasilitas publik, termasuk di mal. Ini hanyalah salah satu contoh sederhananya.

Kebutuhan hidup BISA (Bersih, Indah, Sehat & Aman), yang kemudian memberikan kenyamanan inilah yang menjadi perhatian mal premium Senayan City Jakarta. Melalui kampanye kebersihan bertajuk Kita BISA! Senayan City mengajak seluruh tenant, karyawan, juga pengunjung mal untuk menjalankan kebiasaan hidup bersih menyehatkan di mal.

Agar lebih menarik, program yang diluncurkan pada 3 Desember 2011 ini dirancang dengan menghadirkan sejumlah tantangan. Manajemen mal mengadakan lomba kebersihan untuk tenant dan karyawan, berhadiah total puluhan juta.
Khusus untuk pengelola toko, tingkat kerapihan karyawan menjadi penilaian. Seragam petugas toko menjadi ukuran paling sederhana yang kasat mata. Bukan sekadar tampil dengan seragam yang indah, namun juga menunjukkan kebersihan. Penampilan toko termasuk maneqin yang rapi, bersih, indah juga menjadi penilaian lainnya. Tujuannya agar pengunjung merasa nyaman selama berada di dalam toko. Selain juga untuk menjadi inspirasi gaya hidup sehat dan bersih dari mal premium yang merancang tata ruang mal dengan memerhatikan sirkulasi udara menyehatkan ini.
“Urusan kebersihan bukan hanya tugas cleaning service, namun juga semua tenant, karyawan, dan pengunjung mal. Pengunjung mal kebanyakan kalangan kelas menengah dan atas, dapat memberikan contoh mengenai hidup bersih. Selain juga mengajak mereka untuk hidup sehat dan bersih saat berada di dalam mal. Pengelola toko juga dapat berperan dalam menciptakan suasana mal yang sehat dan bersih sehingga memberikan rasa nyaman,” jelas Henny R Udy, Chief Operations Officer Senayan City, kepada Kompas Female, seusai pengumuman pemenang Writing & Photo Competition 2011 di Coffee Club, Senayan City Jakarta, Senin (19/12/2011).
Menurut Henny, kebiasaan yang masih perlu ditingkatkan terkait kebersihan adalah penggunaan toilet kering di fasilitas sanitasi mal. Cara paling mudah untuk memulai pola hidup bersih berawal dari penggunaan toilet kering yang baik dan benar, kata Henny.
Selain menjaga kebersihan di toilet, kebiasaan hidup bersih di area mal juga dapat dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya. Inilah sebab Senayan City kini menyediakan lebih banyak tempat sampah dengan tiga warna atraktif, tersedia di setiap sudut mal, termasuk di sekitar luar area mal.
Kini, tak ada lagi alasan membuang sampah sembarangan, karena fasilitas bak sampah telah tersedia. Masyarakat yang berlalu lalang di kawasan mal juga menjadi sasaran gerakan kebersihan ala mal premium di Jalan Asia Afrika, Jakarta ini.
“Menjaga kebersihan bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja, termasuk di mal dan sekitarnya. Gerakan peduli kebersihan ini semoga saja dapat menjadi inspirasi bagi mal lainnya,” lanjut Henny.
Meskipun memang Henny mengakui, kebiasaan hidup bersih di Indonesia masih perlu digalakkan. Pasalnya, masih banyak orang yang belum disiplin menjaga kebersihan lantaran tak adanya aturan tegas. Sementara di sisi lain, tambahnya, aturan seperti denda juga belum bisa diterapkan untuk menegur mereka yang tak patuh menjaga kebersihan.
Gerakan kebersihan di mal ini menjadi salah satu cara mendukung gerakan nasional Indonesia Bersih 2015. Mengunjungi mal yang bersih, rapi, sehat dinilai mampu mengubah mindset masyarakat secara bertahap untuk membiasakan diri hidup bersih, yang pada akhirnya mendukung gaya hidup sehat.
Gaya hidup sehat turut ditentukan kebiasaan hidup bersih. Seperti apa konsistensi Anda menjalani gaya hidup bersih? Jika kebiasaan hidup bersih di rumah sudah dijalankan dengan baik, lantas bagaimana jika Anda tengah berada di area publik seperti di mal?
Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sulit diaplikasikan secara konsisten jika tak didukung ketersediaan tempat sampah yang memadai di ruang publik. Alhasil, boleh jadi Anda sering membawa pulang sampah ke rumah lantaran tak tersedianya bak sampah di fasilitas publik, termasuk di mal. Ini hanyalah salah satu contoh sederhananya.
Kebutuhan hidup BISA (Bersih, Indah, Sehat & Aman), yang kemudian memberikan kenyamanan inilah yang menjadi perhatian mal premium Senayan City Jakarta. Melalui kampanye kebersihan bertajuk Kita BISA! Senayan City mengajak seluruh tenant, karyawan, juga pengunjung mal untuk menjalankan kebiasaan hidup bersih menyehatkan di mal.
Agar lebih menarik, program yang diluncurkan pada 3 Desember 2011 ini dirancang dengan menghadirkan sejumlah tantangan. Manajemen mal mengadakan lomba kebersihan untuk tenant dan karyawan, berhadiah total puluhan juta.
Khusus untuk pengelola toko, tingkat kerapihan karyawan menjadi penilaian. Seragam petugas toko menjadi ukuran paling sederhana yang kasat mata. Bukan sekadar tampil dengan seragam yang indah, namun juga menunjukkan kebersihan. Penampilan toko termasuk maneqin yang rapi, bersih, indah juga menjadi penilaian lainnya. Tujuannya agar pengunjung merasa nyaman selama berada di dalam toko. Selain juga untuk menjadi inspirasi gaya hidup sehat dan bersih dari mal premium yang merancang tata ruang mal dengan memerhatikan sirkulasi udara menyehatkan ini.
“Urusan kebersihan bukan hanya tugas cleaning service, namun juga semua tenant, karyawan, dan pengunjung mal. Pengunjung mal kebanyakan kalangan kelas menengah dan atas, dapat memberikan contoh mengenai hidup bersih. Selain juga mengajak mereka untuk hidup sehat dan bersih saat berada di dalam mal. Pengelola toko juga dapat berperan dalam menciptakan suasana mal yang sehat dan bersih sehingga memberikan rasa nyaman,” jelas Henny R Udy, Chief Operations Officer Senayan City, kepada Kompas Female, seusai pengumuman pemenang Writing & Photo Competition 2011 di Coffee Club, Senayan City Jakarta, Senin (19/12/2011).
Menurut Henny, kebiasaan yang masih perlu ditingkatkan terkait kebersihan adalah penggunaan toilet kering di fasilitas sanitasi mal. Cara paling mudah untuk memulai pola hidup bersih berawal dari penggunaan toilet kering yang baik dan benar, kata Henny.
Selain menjaga kebersihan di toilet, kebiasaan hidup bersih di area mal juga dapat dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya. Inilah sebab Senayan City kini menyediakan lebih banyak tempat sampah dengan tiga warna atraktif, tersedia di setiap sudut mal, termasuk di sekitar luar area mal.
Kini, tak ada lagi alasan membuang sampah sembarangan, karena fasilitas bak sampah telah tersedia. Masyarakat yang berlalu lalang di kawasan mal juga menjadi sasaran gerakan kebersihan ala mal premium di Jalan Asia Afrika, Jakarta ini.

Bersih itu indah dan nyaman dan bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja, termasuk di mal dan sekitarnya. Gerakan peduli kebersihan ini semoga saja dapat menjadi inspirasi bagi mal lainnya,” lanjut Henny.

Meskipun memang Henny mengakui, kebiasaan hidup bersih di Indonesia masih perlu digalakkan. Pasalnya, masih banyak orang yang belum disiplin menjaga kebersihan lantaran tak adanya aturan tegas. Sementara di sisi lain, tambahnya, aturan seperti denda juga belum bisa diterapkan untuk menegur mereka yang tak patuh menjaga kebersihan.
Gerakan kebersihan di mal ini menjadi salah satu cara mendukung gerakan nasional Indonesia Bersih 2015. Mengunjungi mal yang bersih, rapi, sehat dinilai mampu mengubah mindset masyarakat secara bertahap untuk membiasakan diri hidup bersih, yang pada akhirnya mendukung gaya hidup sehat.
sumber : Bersih Ala Mal Premium Jakartahttp://artinya.info/2011/12/bersih-ala-mal-premium-jakarta.html

0 komentar:

Poskan Komentar