Senin, 05 Desember 2011

Seks / Pergaulan Bebas Merajarela Di Indonesia

Seks bebas kini sudah menjadi gaya hidup kaum urban di Indonesia. Gaya hidup yang disinyalir mengadaptasi gaya barat ini nampaknya malah jadi kebablasan. “Salah satunya bisa terlihat dari data semakin banyaknya orang yang terjangkit HIV/AIDS di Indonesia, yang disebabkan oleh adanya hubungan seks yang tidak aman,” ungkap dr Boyke Dian Nugraha, saat acara “Sexual Wellbeing Global Survey” yang diadakan oleh Durex di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2011).
Menurut penelitian yang dilakukan Durex terhadap 29.000 lelaki dan perempuan berusia 18 tahun ke atas dari 36 negara, termasuk Indonesia, menyatakan bahwa sekitar 1.015 orang Indonesia sudah terjangkit penyakit HIV/AIDS. Sebanyak 80-87 persennya disebabkan oleh seks yang tidak aman, dimana 70 persen dilakukan oleh kaum heteroseksual, dan 10 persennya oleh kaum homoseksual. Kemudian, 10-20 persen kasus HIV/AIDS disebabkan penggunaan jarum suntik, dan 5 persen ditularkan oleh ibu hamil kepada janin. Selain itu, terungkap pula bahwa Indonesia adalah negara dengan penyebaran HIV/AIDS tercepat di Asia Tenggara.
Selain seks bebas yang tidak aman, diketahui bahwa semakin tingginya persentase peningkatan penyebaran penyakit ini juga disebabkan oleh kebiasaan bergonta-ganti pasangan. Hasil survei menyebutkan bahwa dari 100 persen pasangan yang melakukan hubungan seks, hanya 29 persen saja yang berada dalam status menikah, dan sisanya bergonta-ganti pasangan.
Fakta yang lebih mencengangkan adalah bahwa sekitar 13 persen lelaki dan 6 persen perempuan di Indonesia tidak setia pada pasangan mereka. Sayangnya, angka ini ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan dengan gaya hidup masyarakat Barat, khususnya Amerika dan Inggris yang dinilai lebih bebas dalam berhubungan seks. Buktinya, hanya 10 persen orang Amerika dan 8 persen orang Inggris yang tidak setia.

“Ternyata masyarakat Barat lebih setia dengan pasangannya, dibanding dengan orang Indonesia dalam hubungan seks, ” sesal Boyke.

Tragis memang, jika pada kenyataannya masyarakat Barat ternyata masih lebih setia dibanding dengan masyarakat Indonesia. Dari survei ini juga diperoleh data bahwa pria Indonesia bisa berganti pasangan seks hingga lima kali, sedangkan perempuan bisa berganti pasangan sampai dua kali. Hal ini diperparah dengan adanya stigma di kalangan masyarakat, khususnya di pedesaan, yang mengatakan bahwa lelaki selingkuh itu dianggap biasa, dan justru dianggap jantan dan perkasa.
Selain perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia dalam kehidupan sosial, ternyata peningkatan kesadaran masyarakat Barat tentang pentingnya kesetiaan sudah mulai meningkat. “Sejak merebaknya isu HIV, orang di Amerika dan negara lainnya sudah mulai sadar akan bahayanya, sehingga mereka pun mulai memiliki kesadaran bahwa seks yang paling aman adalah dengan pasangannya sendiri. Kesetiaan adalah kunci utamanya,” tambahnya.

seks yang paling aman adalah dengan pasangannya sendiri. Kesetiaan adalah kunci utama, orang di Amerika dan negara lainnya mulai sadar akan bahaya HIV dengan cara ini mereka mengurangi penyebarannya.

sumber : Seks / Pergaulan Bebas Merajala Rela Di Indonesiahttp://artinya.info/2011/12/seks-pergaulan-bebas-merajala-rela-di-indonesia.html

0 komentar:

Poskan Komentar